Selama hampir dua pekan berjalan, operasi ini dinilai kondusif dan sejalan dengan target peningkatan ketertiban serta keselamatan berlalu lintas di seluruh wilayah Sumut.
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut mengintensifkan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk komunitas kendaraan, pelajar, pekerja, serta pengemudi angkutan umum.
Selain itu, petugas juga melakukan ramp check terhadap truk dan bus serta pengecekan kelengkapan kendaraan dan identitas pengendara.
Sejalan dengan konsep Operasi Zebra yang menitikberatkan pencegahan, penindakan hukum dilakukan secara terbatas.
Data Polda Sumut menunjukkan penindakan didominasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yakni 85 kasus dari ETLE statis dan 43 kasus melalui ETLE mobile.
Tidak ada tilang manual selama pelaksanaan operasi.
Jumlah teguran simpatik mencapai 911 kasus, sehingga total penegakan hukum tercatat 1.039 kasus.
Angka tersebut menggambarkan bahwa 95 persen pelaksanaan operasi berfokus pada tindakan pre-emtif dan preventif, sementara penindakan hukum hanya mengambil porsi 5 persen.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa seluruh kegiatan Operasi Zebra Toba berjalan sesuai prosedur dan standar pengawasan.
"Operasi Zebra Toba tahun ini kita fokuskan pada edukasi dan pencegahan. Dengan pendekatan humanis, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas," ujar Ferry.
Ia menambahkan, kehadiran personel bukan semata-mata untuk menindak pengendara, melainkan memberikan rasa aman serta memastikan kelancaran arus lalu lintas.