Panitia Natal Oikumene menggalang donasi spontanitas senilai Rp20 juta yang akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Di Deli Serdang, toleransi antarumat beragama terlihat nyata. Dalam satu hari, ada dua perayaan keagamaan. Pagi untuk umat Buddha, dan sore untuk Natal Oikumene. Ini bukti kebhinekaan dan kerukunan terus terjaga," ujar Bupati Asri.
Perayaan Natal tahun ini mengusung subtema menghadirkan Tuhan dalam hidup, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Bupati Asri menekankan pentingnya empati terhadap saudara yang terdampak bencana, terutama di Tapanuli dan wilayah lain.
Ia juga mengapresiasi ASN dan masyarakat Kristiani yang aktif membantu pemulihan pascabencana sehingga Deli Serdang lebih cepat pulih dibandingkan daerah lain.
Dalam perayaan yang diikuti berbagai denominasi gereja, panitia juga menggalang donasi spontanitas senilai Rp20 juta.
Bantuan ini akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Selain ibadah, kegiatan ini dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial, termasuk enam unit kursi roda, enam tongkat ketiak, bantuan beras, dan penyerahan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, serta kartu keluarga.
Ketua Panitia, Dr Ir Remus Hasiholan Pardede MSi, menekankan bahwa NatalOikumene ini bertujuan memperkuat iman umat Kristiani, membangun kerukunan antarumat beragama, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis kebhinekaan.
Perayaan NatalOikumene di Deli Serdang menjadi cermin kolaborasi positif antara pemerintah, gereja, dan masyarakat untuk mewujudkan kehidupan rukun, inklusif, dan berbagi kasih kepada yang membutuhkan.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Natal Oikumene Deli Serdang 2025, Bupati Asri Tambunan Apresiasi Kerukunan Antarumat Beragama dan Galang Donasi untuk Masyarakat Terdampak Banjir