BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Menteri PU Pastikan Relawan dan Warga Terlibat Penanganan Pascabanjir Sumatera Digaji Lewat Padat Karya

Adelia Syafitri - Rabu, 31 Desember 2025 12:20 WIB
Menteri PU Pastikan Relawan dan Warga Terlibat Penanganan Pascabanjir Sumatera Digaji Lewat Padat Karya
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (foto: tangkapan layar yt TVR PARLEMEN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan masyarakat yang terlibat dalam pembersihan dan penanganan pascabanjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera akan mendapatkan bayaran dari negara melalui skema padat karya.

Kebijakan ini ditempuh untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memberikan penghasilan langsung bagi warga yang terdampak bencana.

"Karena kebutuhan penanganan mendesak, kami saat ini bekerja selama 24 jam, malam pun kami kerja. Untuk masyarakat dan rekan-rekan yang berkenan membantu, kami libatkan dalam program padat karya, sehingga mereka mendapat bayaran," kata Dody saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terdampak, Selasa, 30 Desember 2025.

Baca Juga:

Kementerian PU telah mengerahkan tim ke sejumlah daerah dengan tingkat kerusakan paling parah, antara lain Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Gayo Lues.

Penanganan awal difokuskan pada Aceh Tamiang dan Pidie Jaya. Namun, seiring perkembangan di lapangan, ditemukan kerusakan serupa di beberapa kabupaten lain.

Menurut Dody, salah satu tantangan utama dalam proses pemulihan adalah pembersihan lumpur dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter.

Kondisi ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama untuk membersihkan fasilitas publik seperti jembatan, rumah sakit umum daerah, pondok pesantren, sekolah, serta jalan-jalan utama di wilayah terdampak.

Dalam pelaksanaan penanganan tersebut, Kementerian PU juga bersinergi dengan TNI untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan akses masyarakat.

Dody berharap skema padat karya tidak hanya menjadi wujud gotong royong kemanusiaan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Harapannya, masyarakat terdampak dan para relawan tidak hanya terlibat dalam aksi kemanusiaan, tetapi juga mendapatkan sedikit sumbangan dari negara," ujarnya.*


(vo/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dua Tersangka Teroris Diamankan di Sumut Saat Libur Nataru, Densus 88 Amankan Jaringan NII dan AD
Bobby Nasution Siapkan Program Reboisasi Pascabencana untuk Pulihkan Hutan Rusak
Pemprov Sumut Siapkan Tenda Darurat untuk Sekolah yang Rusak Akibat Banjir
DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan Bantu Korban Banjir Tapsel, GEMMA PETA INDONESIA Dorong Mahasiswa Aktif Kegiatan Sosial
Polri Tancap Gas Tangani Bencana di Sumatera Utara: 21 Alat Berat Dikerahkan dan 100 Titik Fasilitas Air Bersih Siap Operasional
Polda Sumut Pecat 61 Personel Sepanjang 2025, Kapolda Tegaskan Penegakan Disiplin Tanpa Toleransi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru