BREAKING NEWS
Senin, 27 April 2026

Kemah Budaya PWI di Baduy Jadi Refleksi Jurnalistik Menjelang HPN 2026

gusWedha - Senin, 19 Januari 2026 14:58 WIB
Kemah Budaya PWI di Baduy Jadi Refleksi Jurnalistik Menjelang HPN 2026
PWI Pusat mengadakan Kemah Budaya di kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, selama dua hari, 16–17 Januari 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANTEN — Menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengadakan Kemah Budaya di kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 16–17 Januari 2026.

Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah mengikuti kegiatan bertema Belajar Mencintai dari Baduy.

Baca Juga:

Peserta datang dari Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, hingga Jakarta.

Dari total 50 peserta, sekitar 80 persen merupakan perempuan, sejalan dengan kebijakan seleksi yang memprioritaskan wartawati dan sastrawati.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melepas keberangkatan peserta dari Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis sore, 15 Januari 2026.

Didampingi Sekretaris Jenderal PWI Zulmansyah Sekedang, Munir menitipkan pesan agar seluruh peserta menghormati kearifan lokal Baduy dan menuangkannya secara jujur dalam karya jurnalistik maupun sastra.

"Kemah Budaya ini menjadi kontribusi PWI untuk Indonesia dan Banten sebagai tuan rumah HPN 2026. Catatlah apa yang dilihat dan dirasakan dengan kejujuran serta semangat pelestarian," kata Munir.

Rombongan peserta tiba di Rangkasbitung pada Jumat, 16 Januari 2026, dan disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak di Aula Museum Multatuli.

Hadir dalam penyambutan antara lain Asisten Daerah III Pemkab Lebak Iyan Fitriyana dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lebak Anik Sakinah.

Iyan menyebut Baduy sebagai kekhasan Lebak yang menyimpan nilai kehidupan sederhana, jujur, dan selaras dengan alam.

Menurut dia, tema Kemah Budaya PWI sejalan dengan tanggung jawab moral insan pers.

"Nilai-nilai Baduy penting bagi wartawan untuk menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial," ujar Iyan.

Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat Ramon Damora mengatakan Kemah Budaya merupakan refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026.

Ia menegaskan kegiatan ini bukan agenda seremonial semata.

"Baduy mengajarkan cara mencintai kehidupan, alam, tradisi, dan sesama, dengan jujur. Nilai itu penting agar karya jurnalistik berjiwa dan berempati," kata Ramon.

Sebelum menuju kawasan adat Baduy, peserta diajak mengunjungi Museum Multatuli yang dipandu Kepala Museum Ubaidillah Muchtar.

Museum ini menyimpan jejak pemikiran Multatuli, nama pena Eduard Douwes Dekker, yang melalui novel Max Havelaar mengkritik praktik kolonialisme di Lebak.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Ciboleger dan Baduy Luar. Di Desa Kanekes, peserta diterima Jaro atau Kepala Desa Kanekes di Imah Jaro.

Di rumah panggung khas Baduy, peserta mendengarkan petuah tentang menjaga alam dan kearifan lokal.

Malam hari, peserta bermalam di rumah warga Baduy Luar, merasakan hidup tanpa listrik, tidur di lantai bambu, dan makan bersama tuan rumah.

Keesokan harinya, peserta menjelajahi kampung dan hutan Baduy yang tengah memasuki musim buah.

Kemah Budaya Baduy akan melahirkan karya bersama. Wartawan menulis feature, sementara sastrawan menghasilkan esai, puisi, dan cerpen.

Seluruh karya dikumpulkan hingga 21 Januari 2026 untuk diedit dan diterbitkan dalam satu buku.

Buku tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 8 Februari 2026, sehari sebelum puncak perayaan Hari Pers Nasional di Banten.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MK Tolak Permohonan Kolumnis, Perbedaan Perlindungan Hukum dengan Wartawan Dijelaskan
Program Makan Bergizi Gratis di Desa Manukaya, Polres Gianyar Pastikan Distribusi Lancar
Sudirman Said Kembali Diperiksa Kejagung, Kasus Petral Masih Bergulir
Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa dan Pengacara Berdebat soal Kamera
TNI Gelar Apel Gabungan untuk Amankan Kunjungan Transit Presiden Timor Leste di Bali
Patroli Pagi di Simpang Hasanudin-Sulawesi, Polisi Denpasar Jaga Keamanan dan Ketertiban
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru