Lokomotif CC2017708 milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerusakan parah, sehingga perjalanan kereta sempat tertunda dan operasional terganggu.
Sementara truk korban ringsek total akibat benturan keras.
Rial, salah satu saksi mata, mengatakan warga sekitar sempat berusaha memperingatkan sopir truk sebelum kecelakaan terjadi.
"Dia datang dari simpang RGM, kami sudah teriak untuk memperingatkan ada kereta, tapi mobilnya berhenti tiba-tiba… itulah kejadian tertabrak," ujar Rial.
Korban baru saja selesai melangsir buah sawit dari pabrik dan hendak pulang.
Naas, perlintasan tanpa palang yang dilalui membuat insiden tak terelakkan.
Warga setempat menekankan perlunya peningkatan fasilitas keamanan di perlintasan kereta api.
"Kami khawatir karena perlintasan ini kecepatan tinggi. Kalau kecelakaan, sudah pasti meninggal. Pemerintah diharapkan membangun palang kereta agar tidak ada lagi korban," kata Rial.
Kecelakaan ini kembali menyoroti risiko perlintasan kereta tanpa palang di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Pihak kepolisian dan PT KAI masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab dan langkah pencegahan kedepannya.*
(tm/dh)
Editor
:
Truk Langsir Sawit Tabrak Kereta Sri Bilah Utama di Asahan, Sopir Tewas di Tempat