"Pemerintah di setiap negara sudah sangat progresif menyampaikan imbauan agar warga tetap aman, tenang, dan mendapat keperluan-keperluannya," ujar Santo.
Namun, beberapa WNI terdampak pembatalan penerbangan dan terdampar sementara karena penutupan ruang udara dan pengalihan rute.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNIKemlu RI, Heni Hamidah, menambahkan, WNI yang terdampar tetap mendapatkan akomodasi, penginapan, dan konsumsi sambil menunggu jadwal penerbangan lanjutan.
Pemantauan penerbangan dan koordinasi dengan otoritas setempat terus dilakukan.
Selain itu, Kemlu juga fokus menangani WNI jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi.
Tim pemantauan 24 jam diterjunkan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. "Jemaah yang masih tertahan dibantu penginapan dan koordinasi travel sambil menunggu tiket kepulangan," jelas Heni.
Kemlu menegaskan bahwa situasi terkendali dan semua WNI tetap aman, meski eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat.*
(k/dh)
Editor
: Adam
Pemerintah Timur Tengah Tidak Rekomendasikan Evakuasi WNI, Kata Kemlu RI