Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Tak hanya itu, dalam rencana perdamaian ini, Amerika Serikat juga berperan penting dalam mendorong dialog antara Israel dan Palestina untuk mencapai penyelesaian dua negara atau two-state solution yang dapat menciptakan iklim politik yang kondusif bagi kedamaian jangka panjang di kawasan tersebut.
Selain itu, dalam poin nomor 6, dijelaskan bahwa para anggota Hamas yang dibebaskan selama proses perdamaian tidak akan dijatuhi hukuman, asalkan mereka berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai.
Ini adalah langkah yang diambil untuk memfasilitasi rekonsiliasi antara kedua belah pihak dan mengakhiri siklus kekerasan yang telah berlangsung lama.
Pada poin nomor 12, terdapat juga jaminan perlindungan bagi warga Gaza yang terkena dampak perang.
Tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza, dan mereka yang sebelumnya mengungsi akibat perang dapat kembali ke tempat tinggal mereka.
Ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menjamin hak-hak manusia di wilayah yang penuh dengan tantangan ini.
Ulta juga mengingatkan bahwa meskipun dunia saat ini disibukkan dengan dinamika konflik di Timur Tengah, Indonesia tetap berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan di mana pun itu terjadi.
Ia berharap rencana perdamaian yang diusung oleh BoP dapat segera diimplementasikan untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan bagi Palestina dan dunia.
"Rencana ini harus dipisahkan dari konflik-konflik lainnya. Kami bertekad agar kemerdekaan Palestina tercapai, karena Palestina adalah saudara kita, dan kita sejak awal berkomitmen untuk menghapus penjajahan di dunia ini," pungkas Ulta.*