BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

Tanggapi Tudingan Tidak Memihak Palestina, KSP Jelaskan 20 Poin Rencana Perdamaian BoP

Nurul - Minggu, 08 Maret 2026 14:41 WIB
Tanggapi Tudingan Tidak Memihak Palestina, KSP Jelaskan 20 Poin Rencana Perdamaian BoP
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, mengungkapkan secara rinci rencana perdamaian Gaza yang disusun oleh Board of Peace (BoP), sebuah langkah strategis yang menjadi dasar kesediaan Indonesia untuk terlibat dalam proses perdamaian di wilayah Timur Tengah tersebut.

Dalam keterangannya pada Minggu, 8 Maret 2026, Ulta menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mendukung perdamaian di Gaza dengan tetap memegang prinsip objektivitas dalam menganalisis dan mengevaluasi setiap langkah yang diambil oleh BoP.

"Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk memastikan bahwa proses perdamaian ini tidak hanya adil, tetapi juga dapat diimplementasikan secara konkret untuk memastikan kesejahteraan dan kemerdekaan Palestina," ujar Ulta.

Baca Juga:

Ia menanggapi anggapan beberapa pihak yang menilai bahwa BoP tidak berpihak pada kepentingan Palestina.

Menurutnya, dalam poin nomor 9, BoP mengatur agar Gaza berada di bawah pemerintahan transisi yang akan dipimpin oleh Komite Palestina.

Hal ini, kata Ulta, menunjukkan bahwa BoP memberikan perhatian besar terhadap otoritas dan kedaulatan Palestina.

Selanjutnya, dalam poin nomor 16, ditegaskan bahwa Gaza tidak akan berada di bawah kontrol Israel.

Dalam dokumen tersebut, Israel ditekan untuk segera meninggalkan Gaza dan menghentikan segala bentuk okupasi terhadap wilayah tersebut.

Ulta menyatakan bahwa keberimbangan yang tercermin dalam poin ini adalah salah satu bukti bahwa BoP tidak hanya berusaha menengahi konflik, tetapi juga menegakkan hak-hak Palestina.

Ulta kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai poin-poin terakhir dalam rencana BoP, yakni poin 19 dan 20.

Kedua poin ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, dengan memberi jalan bagi Palestinian Authority (PA) untuk mencapai kemerdekaan dan mendirikan negara Palestina yang berdaulat.

"Ini adalah pathway yang jelas bagi Palestina. Melalui rencana ini, PA akan memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan mengelola negara mereka dengan otoritas penuh," ujar Ulta dengan tegas.

Tak hanya itu, dalam rencana perdamaian ini, Amerika Serikat juga berperan penting dalam mendorong dialog antara Israel dan Palestina untuk mencapai penyelesaian dua negara atau two-state solution yang dapat menciptakan iklim politik yang kondusif bagi kedamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

Selain itu, dalam poin nomor 6, dijelaskan bahwa para anggota Hamas yang dibebaskan selama proses perdamaian tidak akan dijatuhi hukuman, asalkan mereka berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai.

Ini adalah langkah yang diambil untuk memfasilitasi rekonsiliasi antara kedua belah pihak dan mengakhiri siklus kekerasan yang telah berlangsung lama.

Pada poin nomor 12, terdapat juga jaminan perlindungan bagi warga Gaza yang terkena dampak perang.

Tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza, dan mereka yang sebelumnya mengungsi akibat perang dapat kembali ke tempat tinggal mereka.

Ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menjamin hak-hak manusia di wilayah yang penuh dengan tantangan ini.

Ulta juga mengingatkan bahwa meskipun dunia saat ini disibukkan dengan dinamika konflik di Timur Tengah, Indonesia tetap berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan di mana pun itu terjadi.

Ia berharap rencana perdamaian yang diusung oleh BoP dapat segera diimplementasikan untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan bagi Palestina dan dunia.

"Rencana ini harus dipisahkan dari konflik-konflik lainnya. Kami bertekad agar kemerdekaan Palestina tercapai, karena Palestina adalah saudara kita, dan kita sejak awal berkomitmen untuk menghapus penjajahan di dunia ini," pungkas Ulta.*


(sn/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolri Sigit Ajak Masyarakat Dukung Presiden Prabowo Jaga Perdamaian Dunia
Aksi Solidaritas “Indonesia Bukan Satpam Israel” Desak RI Keluar dari BoP
UGM Terima 8 Mahasiswa Gaza Korban Perang untuk Lanjut Studi Kedokteran
Indonesia Resmi Tangguhkan Board of Peace, Fokus Lindungi WNI di Tengah Konflik Iran-Israel-AS
JK Soroti Praktik Forum Board of Peace: Tujuan Akhir Perdamaian untuk Palestina, Tapi Kalau Hanya Mendukung Israel Buat Apa?
IHSG Anjlok 7,89%, Purbaya Yudhi Sadewa Imbau Investor Tak Panik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru