Aksi “Binjai Darurat Kriminalitas” di Depan Polres, Massa Soroti Absennya Kasat Reskrim
BINJAI Aksi unjuk rasa bertajuk Binjai Darurat Kriminalitas berlangsung di depan Mapolres Binjai, Kamis (15/5/2026). Aksi yang berjala
NASIONAL
BINJAI — Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, SH, MH, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Pendopo Giri Moyo, Rumah Makan Punokawan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, pada Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema pentingnya pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, mahasiswa, kader Partai Golkar, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti acara.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program penguatan nilai-nilai kebangsaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.Baca Juga:
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Koordinator kegiatan, Rizki Mardhatillah, yang menyampaikan terima kasih kepada Mangihut Sinaga atas kehadirannya dan komitmennya dalam menyebarluaskan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan.
Dalam pemaparannya, Mangihut Sinaga menegaskan bahwa 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi yang harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Empat pilar ini bukan sekadar konsep atau teori, tetapi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan, harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari," tegas Mangihut.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan dalam mempererat solidaritas sosial.
Mangihut menyampaikan bahwa meskipun Indonesia memiliki perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa, keberagaman tersebut harus dijadikan kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan keutuhan NKRI.
Selain membahas 4 Pilar Kebangsaan, Mangihut Sinaga juga menyoroti masalah penting lainnya yang tengah mengancam masa depan bangsa: penyalahgunaan narkoba.
Mangihut mengingatkan bahwa narkoba adalah salah satu ancaman serius yang dapat merusak generasi muda dan membahayakan keutuhan bangsa.
"Penyalahgunaan narkoba adalah ancaman nyata bagi generasi muda kita. Jika generasi muda rusak karena narkoba, maka masa depan bangsa juga ikut terancam. Oleh karena itu, menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI," ujar Mangihut.
Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan penegakan hukum, Mangihut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung pemberantasan narkoba.
"Perang melawan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Keluarga, lingkungan, dan generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menolak dan melawan peredaran narkoba," tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif diikuti oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, kader Partai Golkar, dan masyarakat umum.
Dalam sesi tersebut, banyak peserta yang menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, serta peran masyarakat dalam menjaga generasi muda dari pengaruh narkoba.
Peserta juga menanyakan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pemahaman tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di tengah tantangan global dan ancaman-ancaman sosial lainnya.
Melalui kegiatan ini, Mangihut berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
"Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.
Kegiatan yang penuh antusiasme ini diharapkan dapat memperkokoh semangat kebangsaan di tengah dinamika yang dihadapi bangsa Indonesia, sekaligus mempererat solidaritas dan persatuan di tengah perbedaan.*
(ad)
BINJAI Aksi unjuk rasa bertajuk Binjai Darurat Kriminalitas berlangsung di depan Mapolres Binjai, Kamis (15/5/2026). Aksi yang berjala
NASIONAL
SIMEULUE Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Simeulue, Kamis (14/5/2026). Kedatangannya be
NASIONAL
LAMPUNG Perburuan terhadap Bahroni, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api yang menewaskan Bripka Anumerta Arya S
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Jumiatun (34), meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Pa
PERISTIWA
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menduga adanya skema kejahatan kerah putih atau white collar crime dalam perkara dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA Suasana haru dan khidmat mewarnai keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci, Jumat (15/5/2026). Di dalam k
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubungi Presiden Prabowo Subianto
PERTANIAN AGRIBISNIS
Oleh Yakub F. IsmailMelihat kontribusi penegakan hukum atas pendapatan negara di saat krisis ekonomi global dan tekanan rupiah terhadap mat
OPINI
MOROWALI UTARA Tim Kejaksaan Negeri Morowali Utara menangkap mantan Bupati Moh Asrar Abd Samad yang telah berstatus terpidana dalam kasu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 15 Mei 2026. Pelemahan
EKONOMI