Operasi ini berlangsung sejak 24 hingga 29 Maret 2026 dengan mengedepankan pengamanan terpadu untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat di masa libur Idul Fitri.
Kasat Lantas Polres Padangsidimpuan AKP Jonni Silalahi menjelaskan, operasi pengamanan difokuskan pada jalur utama yang rawan macet, antara lain Tugu Siborang, jalan lintas Padangsidimpuan–Sumbar depan ATC, jalur Padangsidimpuan–Sibolga, serta Simpang Tiga Sitamiang jalur Padangsidimpuan–Medan–Sibolga.
Jalur-jalur ini diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan pasca Lebaran.
"Pengamanan arus balik dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga penguatan patroli di lapangan," ujar AKP Jonni.
Personel Satlantas bersama jajaran ditempatkan di simpul kepadatan, menerapkan sistem satu arah (one way) dan contra flow secara situasional, serta memantau arus lalu lintas 24 jam melalui posko terpadu.
Selain itu, lima pos pengamanan Lebaran dan pos terpadu disiagakan di jalur mudik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara selektif diterapkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Prediksi tersebut menjadi dasar bagi kepolisian, termasuk Polda Sumut, dalam menyiapkan langkah antisipasi kemacetan di jalur utama.
Pengamanan juga diperkuat di destinasi wisata favorit seperti Waterpark Kaisar di Kecamatan Angkola Julu dan Kolam Renang Si Harang Karang di Kecamatan Hutaimbaru.
Personel disiagakan untuk mengatur arus kendaraan, mengantisipasi kepadatan pengunjung, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berlibur.
"Tindakan ini juga mencakup mitigasi potensi kerawanan mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga bencana alam seperti longsor di jalur rawan, dengan koordinasi lintas instansi," tambah AKP Jonni.