Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
JAKARTA – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia.
Rapat yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026) itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Dalam kesempatan tersebut, Doli menegaskan pentingnya pengelolaan data yang terintegrasi sebagai landasan perumusan kebijakan nasional yang lebih efektif dan tepat sasaran.Baca Juga:
"Saya akan mengawali dengan adagium, siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia. Dan salah satu bagian dari informasi itu adalah data," ujar Doli, yang menyoroti peran strategis data dalam penyusunan kebijakan pemerintahan.
Doli mengungkapkan, gagasan mengenai Satu Data Indonesia bukanlah hal yang baru.
Menurutnya, Indonesia sudah lama membutuhkan sistem data terpadu untuk mengatasi berbagai persoalan administratif dan meningkatkan kualitas kebijakan publik.
Salah satu contoh penting yang disoroti Doli adalah dampak buruk ketidakakuratan data pada saat Indonesia menghadapi bencana.
Ia menilai bahwa data yang tidak tepat dapat menyebabkan kekacauan dalam penanganan di lapangan.
"Kalau Indonesia terkena bencana, pasti kalang-kabut. Yang membuat kalang-kabut itu adalah data yang kurang akurat," jelasnya.
Selain itu, Doli juga menyampaikan kritikan terhadap ketidaktepatan data yang sering terjadi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).
Ia mengakui bahwa ketidakakuratan data penerima bansos sering menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat.
"Ketika kita memunculkan bansos, ada yang merasa dia berhak tidak menerima, sementara saat yang sama dia melihat orang yang tidak berhak justru mendapat bantuan," tambahnya.
Doli juga menyentuh persoalan pemutakhiran data pemilih dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.
Menurutnya, jika Indonesia memiliki sistem basis data yang akurat dan terintegrasi, maka tugas penyelenggara pemilu akan jauh lebih mudah.
"Menurut saya, tugas penyelenggara pemilu itu terkait pelaksanaan kegiatan elektoral. Kalau kita sudah punya database yang bagus, mereka tinggal menjadi user saja," ujarnya.
Sementara itu, Doli mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pengelolaan data Indonesia yang masih berada pada level dasar meskipun negara ini telah berusia 80 tahun.
Ia menilai bahwa Indonesia perlu segera memperbaiki tata kelola data untuk mendukung proses pembangunan dan pemerintahan yang lebih baik.
"Kita sampai dengan 80 tahun ini masih terjebak harus membereskan masalah pada level mendasar terkait soal data," jelas Doli.
Sebagai penutup, Doli berharap agar RDPU kali ini dapat menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk memperkuat substansi RUU Satu Data Indonesia.
Ia mengungkapkan harapannya agar RUU ini nantinya menjadi landasan hukum yang kuat untuk mewujudkan pengelolaan data yang terintegrasi, akurat, sistematis, aman, dan dapat diakses sesuai dengan kebutuhan.*
(d/ad)
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA