Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan jumlah pompa yang disiapkan saat ini masih bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
"Untuk sementara sekitar 400 unit, tapi akan kita tambah terus," kata Dody dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, penyediaan pompa air ini dilakukan guna memastikan distribusi air ke lahan pertanian, khususnya sawah, tetap berjalan optimal selama musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Dody menegaskan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar tidak terjadi tumpang tindih program dalam penyediaan sarana pompanisasi.
"Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan hal yang sama, jadi kita atur agar tidak overlapping," ujarnya.
Ia menjelaskan pembagian peran antar kementerian menjadi penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah dapat tepat sasaran dan efektif di setiap daerah, khususnya sentra produksi pangan.
Selain penyediaan pompa air, Kementerian PU juga menekankan pembangunan jaringan irigasi tersier agar air yang dialirkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh lahan pertanian.
"Kami minta tidak hanya pompa air, tapi juga jaringan irigasi tersiernya dibangun supaya distribusi air lebih efektif dan efisien," jelasnya.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap lahan pertanian, terutama sawah tadah hujan, dapat meningkatkan frekuensi panen.
"Harapannya sawah tadah hujan bisa panen minimal dua kali setahun, kalau bisa tiga kali," tambah Dody.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya menggandeng Kementerian PU untuk memperbaiki jaringan irigasi sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino ekstrem.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus meminimalkan dampak musim kemarau terhadap produksi pangan nasional.*
(an/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Hadapi El Nino, Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air untuk Jaga Produksi Pertanian