BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Jembatan Perintis Garuda Masuk Tahap III, TNI Buka Akses Desa Terpencil di Aceh Tengah

T.Jamaluddin - Sabtu, 18 April 2026 15:41 WIB
Jembatan Perintis Garuda Masuk Tahap III, TNI Buka Akses Desa Terpencil di Aceh Tengah
Personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, personel Yon TP 854/DK, serta dukungan teknis dari Zidam Iskandar Muda membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kec. Linge, Kab. Aceh Tengah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TENGAHPembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, memasuki tahap III.

Proyek yang digagas TNI tersebut ditujukan untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar akses transportasi masyarakat di daerah terpencil.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letnan Kolonel Infanteri Raden Herman Sasmita, mengatakan progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada 6 April 2026.

Baca Juga:

Hingga Sabtu, 18 April 2026, capaian fisik proyek telah mencapai 7,07 persen.

"Pembangunan ini bukan sekadar membuka akses jalan, tetapi merupakan upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa," ujar Raden Herman.

Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan awal telah rampung, di antaranya pembersihan lokasi serta pemasangan tali poros jembatan yang telah mencapai 100 persen.

Selain itu, penggalian pondasi untuk abutmen A1 dan B1 telah memasuki tahap pengecoran lantai pondasi.

Adapun penggalian pondasi abutmen A2 dan B2 saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.

Personel di lapangan tengah memfokuskan pekerjaan pada pengikatan besi pondasi sebelum dilanjutkan dengan pengecoran.

Setelah tahap pondasi selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan pengecoran abutmen secara menyeluruh, pemasangan pylon, serta perakitan rangka jembatan.

Jembatan Perintis Garuda dirancang memiliki panjang 110 meter dengan lebar 1,2 meter dan kapasitas beban maksimal satu ton.

Jembatan tersebut akan membentang di atas sungai selebar sekitar 90 meter dengan karakteristik debit air yang fluktuatif.

Raden Herman menambahkan, pembangunan ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, personel Yon TP 854/DK, serta dukungan teknis dari Zidam Iskandar Muda.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan tenaga ahli konstruksi.

Meski kondisi cuaca di lokasi kerap mendung pada sore hari, proses pembangunan disebut tetap berjalan aman dan kondusif.

Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Linge.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kahiyang Ayu Tekankan Peran UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi, Dorong Tembus Pasar Nasional dan Ekspor
Viral Siswa Seberangi Pipa Demi Sekolah, Pemkot Medan-KAI Siapkan Jembatan Baru
Rakor Asahan Tekankan Sinkronisasi Program Prioritas, Percepatan Pembangunan Digeber
Kak Na Apresiasi Peran Arsitek Bangkitkan Aceh Pasca Tsunami dan Dorong Pembangunan Berkelanjutan
PM Malaysia Anwar Ibrahim Pertimbangkan Pemotongan Gaji Menteri Jika Krisis Timur Tengah Memburuk
IMF Ungkap 12 Negara Ajukan Pinjaman Baru di Tengah Krisis Global Akibat Perang Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru