BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Kak Na Apresiasi Peran Arsitek Bangkitkan Aceh Pasca Tsunami dan Dorong Pembangunan Berkelanjutan

T.Jamaluddin - Sabtu, 18 April 2026 11:27 WIB
Kak Na Apresiasi Peran Arsitek Bangkitkan Aceh Pasca Tsunami dan Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, atau yang akrab disapa Kak Na, usai menghadiri kegiatan welcome dinner International Conference on Natural and Human Disaster di kawasan Lhok Nga, Jumat (17/4/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHPEMERINTAH Aceh mengapresiasi peran besar para arsitek dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami. Kontribusi tersebut dinilai menjadi kunci kebangkitan Aceh hingga saat ini.

Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi para arsitek dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tsunami yang melanda wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, atau yang akrab disapa Kak Na, usai menghadiri kegiatan welcome dinner International Conference on Natural and Human Disaster di kawasan Lhok Nga, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:

"Pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh tentu sangat mengapresiasi peran nyata para arsitek pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami. Berkat peran tersebut, Aceh kini bangkit dan berkembang menjadi lebih baik," ujar Kak Na.

Ia menegaskan, peran arsitek tidak hanya berhenti pada proses rekonstruksi, tetapi juga terus dibutuhkan dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.

Menurutnya, arsitek memiliki peran penting dalam merancang pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta tanggap terhadap potensi bencana.

"Ke depan, tantangan pembangunan semakin kompleks. Peran arsitek sangat dibutuhkan dalam menciptakan konsep pembangunan yang adaptif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi bencana," katanya.

Kak Na juga optimistis bahwa kehadiran para arsitek dari berbagai negara Asia dalam konferensi internasional ini dapat melahirkan gagasan baru terkait pembangunan masa depan yang inovatif dan berorientasi lingkungan.

Diketahui, Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah International Conference on Natural and Human Disaster yang diikuti oleh arsitek dan mahasiswa dari berbagai negara Asia. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 19 April 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Pemilihan Aceh sebagai lokasi penyelenggaraan disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban dan penyintas tsunami, sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya peran arsitek dalam proses pemulihan pasca bencana.

Pada kesempatan itu, Kak Na juga mengajak para peserta untuk turut mempromosikan potensi pariwisata Aceh ke dunia internasional.

"Pasca tsunami, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap para peserta dapat menjadi duta yang mempromosikan keindahan dan keramahan Aceh," ujarnya.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru