BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

Megawati Kembali Gaungkan Penolakan Pangkalan Militer Asing: Ancam Kedaulatan Negara

Adam - Sabtu, 18 April 2026 17:52 WIB
Megawati Kembali Gaungkan Penolakan Pangkalan Militer Asing: Ancam Kedaulatan Negara
Ilustrasi - pangkalan militer asing. (foto: Lito Boras/Anadolu Agency)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali sikap penolakan terhadap keberadaan pangkalan militer asing di berbagai negara.

Ia menilai, keberadaan fasilitas militer asing dapat mempercepat intervensi terhadap kedaulatan negara berdaulat.

"Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat di Amerika Latin dan Timur Tengah akhir-akhir ini dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing di suatu negara," ujar Megawati dalam seminar peringatan Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Baca Juga:

Megawati menyebut gagasan penolakan pangkalan militer asing bukan hal baru.

Ia merujuk pada pengalaman Indonesia yang pernah menggelar Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA) pada 1965 sebagai bagian dari sikap politik luar negeri yang menekankan kedaulatan negara.

Dalam pidatonya, Presiden ke-5 RI itu juga menyinggung dinamika geopolitik global yang dinilainya kembali bergejolak.

Ia menyebut sejumlah konflik internasional sebagai contoh rapuhnya sistem hubungan antarnegara saat ini.

"Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional guncang," kata Megawati.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dunia kembali pada prinsip kesetaraan antarbangsa sebagaimana semangat Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok yang pernah diperjuangkan Indonesia.

Megawati juga menekankan bahwa kekuatan pertahanan nasional seharusnya dibangun dengan orientasi perdamaian dunia, bukan ketergantungan pada kekuatan militer asing.

"Situasi global hari ini menuntut kita memperkuat kedaulatan dengan cara pandang geopolitik yang berdaulat dan mandiri," ujarnya.

Sejumlah pengamat sebelumnya juga menilai isu keberadaan pangkalan militer asing kerap menjadi sensitivitas dalam dinamika hubungan internasional, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang tengah mengalami rivalitas kekuatan besar.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga BBM Nonsubsidi Naik Saat Minyak Dunia Turun, Pertamina dan ESDM Buka Suara
Harga Plastik Bergejolak, Pemerintah Jaga Dampaknya ke Beras dan Gula
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Blokade Pelabuhan, Ketegangan Meningkat
Harga Elpiji 12 Kg Naik, Bahlil: Hanya untuk Masyarakat Mampu
Menteri Haji Lantik Sulaiman Harahap Jadi Koordinator PPIH Medan 2026, Tekankan Layanan Cepat dan Humanis
Rupiah Melemah ke Rp17.182 per Dolar AS Pagi Ini, Tertekan Sentimen Global dan Konflik Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru