BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Menteri LH Jumhur Hidayat: Industri Ekstraktif Harus Jalan, Kita Butuh Uang

Dharma - Rabu, 29 April 2026 21:39 WIB
Menteri LH Jumhur Hidayat: Industri Ekstraktif Harus Jalan, Kita Butuh Uang
Menteri LH Jumhur Hidayat. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa industri ekstraktif tetap diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam menghasilkan devisa dan mendukung pembangunan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh aktivitas industri tersebut wajib mematuhi ketentuan dan regulasi perlindungan lingkungan yang berlaku di Indonesia.

"Industri-industri, termasuk industri ekstraktif, itu harus berjalan karena kita butuh uang, butuh devisa," ujar Jumhur dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH di Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:

Jumhur menjelaskan, kebijakan ekonomi yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto atau Prabowonomic tidak menghendaki eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan menjadi prinsip utama yang harus dijaga.

Ia menegaskan bahwa tata kelola lingkungan harus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian alam.

"Harus mematuhi segala aturan untuk industri ekstraktif dengan membuktikan prinsip environmental economics, yaitu penataan lingkungan yang baik," katanya.

Jumhur juga menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak bertujuan menghambat investasi, melainkan memastikan setiap investasi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan di kemudian hari.

"Daripada sembarangan di awalnya, ujungnya bermasalah. Investasi sebesar apa pun, kalau mematuhi regulasi, akan berjalan lancar," tegasnya.

Ia turut mengingatkan bahwa isu lingkungan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan peradaban manusia.

Menurutnya, tantangan lingkungan global saat ini merupakan akumulasi dampak industri dari negara maju maupun negara berkembang.

"Orientasi ke depan adalah menyelamatkan bumi, Only One Earth, yang bisa mempersatukan semua gerakan di dunia," ujarnya.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Semprot Pengusaha: Sudah Dapat Fasilitas, Uang Malah Dibawa ke Luar Negeri
Prabowo: Saya Ingin Hidup 1.000 Tahun Lagi, untuk Melihat Indonesia Jaya
Prabowo Beri Ultimatum Keras: Pejabat Tak Patriotik Silakan Mundur dari Jabatan!
Rico Waas Tegaskan May Day di Medan Bukan Sekadar Pengamanan, Tapi Pelayanan untuk Buruh
Rico Waas Paparkan Proyek Strategis Nasional di Medan, Bahas Percepatan Pembangunan Bersama Prananda Surya Paloh
Prabowo Ingin Bahasa Inggris dan Mandarin Diajarkan Sejak SD, Ini Rencana Besarnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru