Desa Bogak Menuju Desa BERSINAR, BNN Perkuat Pencegahan Narkoba Berbasis Keluarga
BATU BARA Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika terus diperkuat hingga tingkat desa. Salah satunya melalui rapat koordin
PEMERINTAHAN
MEDAN — Gelombang aksi unjuk rasa kembali menggema di Sumatera Utara.
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) bersama elemen masyarakat turun ke jalan dan memusatkan aksi di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis, 7 Mei 2026.
Aksi yang dikomandoi Koordinator Nasional Saharuddin itu mengusung sejumlah tuntutan, mulai dari desakan pemberantasan korupsi, evaluasi kinerja aparat penegak hukum, hingga sorotan terhadap berbagai persoalan tata kelola pemerintahan di Sumatera Utara.Baca Juga:
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa praktik korupsi dinilai masih menjadi persoalan serius yang belum tertangani secara maksimal.
Mereka juga meminta adanya penegakan hukum yang transparan dan tidak tebang pilih.
Salah satu isu yang disorot dalam aksi tersebut adalah polemik pengelolaan aset Bank Sumut, khususnya terkait pembelian lahan eks Medan Club di Jalan Kartini, Medan.
Lahan seluas 13.931 meter persegi itu diketahui dibeli Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggunakan APBD 2022–2023 dengan nilai mencapai Rp457,4 miliar untuk pengembangan kawasan perkantoran gubernur.
Namun, proses pembelian tersebut turut menuai kontroversi.
Sejumlah pihak sebelumnya menggugat dengan klaim kepemilikan lahan sebagai ahli waris, serta menyoroti dugaan kejanggalan prosedur hingga indikasi pemufakatan jahat.
Di sisi lain, pihak pemerintah daerah menegaskan proses tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan dan berdasarkan penilaian resmi.
Selain itu, massa aksi juga mengangkat sejumlah isu lain yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan di daerah.
Di antaranya dugaan korupsi pengadaan smart board di Kabupaten Langkat, polemik terkait keabsahan ijazah sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara, hingga dorongan kepada DPRD Medan untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Wali Kota Medan.
GERBRAK juga menyoroti ketimpangan pembangunan di wilayah Medan Utara yang dinilai masih tertinggal.
Mereka menilai janji pembangunan belum sepenuhnya terealisasi dan berdampak pada meningkatnya persoalan sosial di kawasan tersebut.
Dalam orasi penutup, massa turut menyinggung kasus dugaan korupsi di lingkungan PTPN I Regional I yang disebut menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah, serta berujung pada penyitaan uang tunai oleh aparat penegak hukum.
"Aksi ini adalah bentuk kontrol sosial. Kami menuntut penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tidak pandang bulu," ujar Saharuddin.
Pihak Humas DPRD Sumut dan DPRD Medan disebut telah menerima perwakilan massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
GERBRAK menyatakan aksi tidak berhenti di Medan.
Mereka berencana melanjutkan aksi ke Pemerintah Kota Tebing Tinggi dan aparat penegak hukum dalam pekan depan untuk meminta klarifikasi atas sejumlah isu yang mereka angkat.*
(ad)
BATU BARA Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika terus diperkuat hingga tingkat desa. Salah satunya melalui rapat koordin
PEMERINTAHAN
MEDAN Lion Group mengoptimalkan konektivitas penerbangan dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju Malaysia. Dua maskapai di bawah na
PARIWISATA
MEDAN Serapan dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk pemulihan pascabencana di Kota Medan masih menjadi perhatian pemerintah kota. W
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyerahkan bukti tambahan dalam perkara gugatan terkait legalisir ijazah Joko Widodo (
NASIONAL
BOGOR Klaster hunian mewah di area Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongka
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase menggunakan Uditch di Jalan Bhayangkari, Kelurahan Indra Kasi
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau proses revitalisasi SMP Negeri 6 di Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Sei Tual
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama DPRD Kota Tanjungbalai menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubah
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Bunda Literasi Kota Tanjungbalai Mashadayani Mahyarudin menggelar kegiatan Sa
PENDIDIKAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menyegel salah satu bangunan di kawasan Water Front City karena tidak memiliki Persetujuan Bangun
PEMERINTAHAN