BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Prabowo: Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas

Abyadi Siregar - Sabtu, 16 Mei 2026 15:37 WIB
Prabowo: Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan aparat negara harus berpihak kepada rakyat dan tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku baru memahami secara utuh dugaan praktik kolusi aparat dengan kelompok tertentu dalam sejumlah persoalan di masa lalu, termasuk kasus yang menimpa aktivis buruh Marsinah.

Baca Juga:

"Saya dengar-dengar peristiwa di Jawa Timur, tapi saya tidak mendalami. Hari ini saya baru sadar dan paham bahwa kolusi aparat dipakai oleh kapitalis tertentu, dan budaya ini tidak boleh kita teruskan," kata Prabowo Subianto.

Ia menegaskan seluruh aparat negara, mulai dari level tertinggi hingga terendah, harus bekerja untuk kepentingan rakyat dan menegakkan keadilan.

"Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat," ujarnya.

Prabowo juga memberi peringatan kepada aparat penegak hukum dan aparat keamanan agar tidak menyimpang dari tugas utama mereka.

Ia secara khusus meminta Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan seluruh jajarannya menegakkan hukum secara adil.

"Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global yang dinilainya penuh ketidakpastian, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor energi dan pangan dunia.

Menurut dia, Indonesia berada dalam posisi relatif aman karena memiliki ketahanan pangan yang kuat.

Prabowo menyebut sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

Ia juga mengatakan beberapa negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah tekanan global terhadap sektor pangan.

Dalam pidatonya, Prabowo turut memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bareskrim Awasi Ketat Kasus Kasatresnarkoba Kukar yang Ditangkap Terkait Jaringan Narkotika
Sukseskan Program MBG, Kapolri Klaim Polri Sudah Miliki 1.376 SPPG
Roy Suryo Sindir Polda Metro Jaya soal P21 Kasus Ijazah Jokowi: Kok Ikut Mendoakan?
Rupiah Tembus Rp17.500, Prabowo Lontarkan Candaan soal “Senyum Purbaya”
Prabowo Ungkap Makna di Balik Angka 1.061 Kopdes Merah Putih
Prabowo Klaim Gaji Hakim RI Kini Lebih Tinggi dari Malaysia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru