BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

KSP Dudung Minta Pengawasan Program MBG Diperketat, Ada Apa?

Adelia Syafitri - Rabu, 20 Mei 2026 08:38 WIB
KSP Dudung Minta Pengawasan Program MBG Diperketat, Ada Apa?
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. (foto: kompas/Rahel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan pengawasan ketat terus dilakukan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk upaya mencegah praktik penyalahgunaan seperti jual-beli titik dapur oleh oknum tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Dudung dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026), usai bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana untuk membahas perkembangan implementasi program tersebut.

"Saya sampaikan kepada beliau bahwa KSP akan mengawal ketat dan mengawasi program keunggulan Bapak Presiden. Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan," ujar Dudung.

Baca Juga:

Ia menegaskan pengawasan diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai arahan pemerintah dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang harus dijaga integritas pelaksanaannya.

Dudung juga menyebut pihak Badan Gizi Nasional meminta dukungan pengawasan tambahan, mengingat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelum pertemuan dengan BGN, Dudung mengatakan dirinya juga telah dipanggil oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membahas evaluasi dan perbaikan implementasi program MBG.

Ia menyebut pemerintah turut melibatkan pakar gizi dan ahli dapur guna memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan.

"Sehingga untuk perbaikan ke depannya masalah BGN. Mudah-mudahan ini akan semakin membaik karena ini merupakan program prioritas Presiden yang harus kita dukung," ujarnya.

Dudung menegaskan MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya anak-anak.

"Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Karena itu, pelaksanaannya harus terus diperbaiki, diawasi, dan dipastikan tepat sasaran," katanya.*


(at/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang Idul Adha, Mentan Minta Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Harga Minyak Goreng
Rico Waas Ungkap Cara Medan Jaga Harga Pangan dan Respons Cepat Keluhan Warga
Posyandu Binaan Rumah Zakat di Desa Suka Maju Konsisten Cegah Stunting Lewat Program PMT Bergizi
KTT ASEAN dan Diplomasi Strategis Prabowo
Mahasiswa Bangkalan Desak DPRD Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Dugaan Pemotongan Dana
Bahlil Sebut CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Diuji di China dan Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru