Sentil Ketimpangan Ekonomi Nias: Bobby Nasution Minta Bos Baru BI Sumut Genjot Pemerataan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menja
EKONOMI
JAKARTA - Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi publik bertajuk "Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?" di Gedung Trinity Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Jakarta.
Diskusi yang berlangsung secara hibrid itu menghadirkan sejumlah akademisi, ekonom, hingga peneliti senior untuk membahas kritik media internasional The Economist terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi Indonesia.
Kegiatan dipandu oleh M Rosyid Jazuli PhD dan menjadi sorotan setelah terbitnya dua artikel The Economist pada pertengahan Mei 2026 berjudul Indonesia on a Risky Path dan Indonesia's President is Jeopardizing the Economy and Democracy.Baca Juga:
Dua artikel tersebut menyoroti berbagai isu mulai dari risiko fiskal, pelemahan institusi negara, hingga potensi erosi demokrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini PhD, menegaskan pentingnya menjaga kebebasan akademik dalam membahas persoalan bangsa.
Menurutnya, kampus harus tetap menjadi ruang ilmiah yang terbuka untuk menguji kebijakan publik berbasis data, teori, dan bukti empiris.
"Di lingkungan Paramadina, kebebasan berpendapat sangat dijaga sepanjang argumentasinya memiliki dasar akademik yang kuat," ujar Didik dalam diskusi tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai laporan The Economist perlu dipahami sebagai peringatan serius terhadap tata kelola pemerintahan.
Ia menyoroti menurunnya kepercayaan publik akibat dugaan melemahnya integritas, meritokrasi, serta fungsi pengawasan dalam pemerintahan.
Menurut Sudirman, kondisi tersebut dapat memperlebar jarak antara kekuasaan dan legitimasi publik sehingga pemulihan kepercayaan masyarakat menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.
Ekonom senior Universitas Indonesia, Prof Moh Ikhsan PhD, mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum berada di ambang krisis. Namun, ia mengingatkan adanya kemiripan sejumlah gejala ekonomi dengan situasi menjelang krisis 1997–1998.
Ia menilai ancaman terbesar saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan potensi runtuhnya kredibilitas institusi negara di mata publik.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menja
EKONOMI
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perserikatan BangsaBangsa (PBB) dan Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Indonesia
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, mengalami mual dan muntah setelah menyantap
KESEHATAN
JAKARTA Para penggugat persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berencana menemui DPR, DPD, dan MPR setelah Mahkamah K
POLITIK
JAKARTA Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima laporan terhadap seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pe
POLITIK
MEDAN Ikatan Media Online (IMO) Sumatera Utara menyoroti tantangan berat yang dihadapi media online dalam mempertahankan keberlangsungan u
NASIONAL
JAKARTA Irjen Pol Pasma Royce resmi menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali setelah serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin
NASIONAL
JAKARTA Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencuat setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik persyarat
POLITIK
MEDAN Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan be
KESEHATAN
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Center 1 di Jalan Gunung Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, diduga mengalami keracunan
PERISTIWA