BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Megawati Mengaku Menangis Usai Tonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya!

Dharma - Senin, 25 Mei 2026 18:44 WIB
Megawati Mengaku Menangis Usai Tonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya!
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (foto: Indra Akuntono/Kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA — Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengaku telah menonton film dokumenter Pesta Babi dan menilai gambaran dalam film tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Film dokumenter Pesta Babi karya antropolog Cypri Jehan Paju Dale dan jurnalis investigasi Dandhy Laksono menyoroti deforestasi di wilayah Papua Selatan yang dikaitkan dengan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Film berdurasi 106 menit itu juga memperlihatkan dampak pembukaan hutan terhadap masyarakat adat di sejumlah kabupaten, termasuk Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Baca Juga:

Pernyataan Megawati disampaikan dalam forum National Policy Dialogue Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

"Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa?" ujar Megawati, dari keterangan resmi UGM, Senin (25/5/2026).

Ia menilai masyarakat adat di Papua Selatan memiliki sistem hukum dan tradisi yang perlu dihormati dalam setiap kebijakan pembangunan.

Menurut dia, aspirasi masyarakat adat sebagaimana tergambar dalam film tersebut merupakan hal yang wajar.

Megawati juga mengkritik pola pengelolaan sumber daya alam yang dinilai kerap mengabaikan keberlanjutan lingkungan serta hak masyarakat adat.

Ia menyinggung pentingnya arah pembangunan nasional yang tidak berubah setiap kali terjadi pergantian presiden.

"Kalau presidennya berganti, jangan sampai arah pembangunannya ikut berubah semua. Kita harus punya pola pembangunan jangka panjang untuk masa depan bangsa," kata dia.

Film Pesta Babi sendiri diproduksi oleh kolaborasi sejumlah pihak, termasuk Jubi Media, Watchdoc Documentary, Greenpeace Indonesia, serta beberapa organisasi masyarakat sipil lainnya.

Film ini telah dirilis secara luas melalui kanal YouTube, setelah sebelumnya hanya dapat diakses melalui pemutaran terbatas.

Dokumenter tersebut juga memuat narasi mengenai perluasan lahan untuk proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu, serta keterlibatan berbagai aktor dalam pelaksanaan proyek pembangunan di Papua Selatan.

Sejak diunggah, film tersebut disebut telah ditonton jutaan kali dan memicu perdebatan publik, termasuk polemik terkait sejumlah kegiatan nonton bareng (nobar) yang sempat dibubarkan di beberapa daerah.*


(tb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Apresiasi Film “Samudera”, Dorong Lahirnya Ekosistem Perfilman Lokal di Medan
Klarifikasi Bukan
Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Terlibat Langsung dalam Pembangunan Wilayah 3T, Termasuk Papua
Kasus Ekspor Sawit Memanas, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askolani
Dor! Dor!
Nobar Film “Pesta Babi” di Medan Soroti Perjuangan Masyarakat Adat Papua dan Isu Kolonialisme Modern
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru