BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Rico Waas Dorong Digitalisasi Bansos di Medan, Target Validasi 792 Ribu KK dalam Sebulan

Abyadi Siregar - Senin, 25 Mei 2026 19:32 WIB
Rico Waas Dorong Digitalisasi Bansos di Medan, Target Validasi 792 Ribu KK dalam Sebulan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Portal Perlinsos dalam rangka digitalisasi bansos Kota Medan, di Ruang Kuala Deli Bank Indonesia, Senin (25/5/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya digitalisasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) sebagai upaya mengatasi persoalan klasik ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.

Ia menyebut sistem berbasis data menjadi kunci untuk menghadirkan penyaluran bansos yang lebih akurat dan transparan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Portal Perlinsos dalam rangka digitalisasi bansos Kota Medan, di Ruang Kuala Deli Bank Indonesia, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:

Rico menyoroti masih seringnya keluhan masyarakat terkait penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran.

Menurutnya, hal itu terjadi akibat data yang belum sepenuhnya valid dan masih dipengaruhi subjektivitas di lapangan.

"Sering kita dengar, masyarakat bertanya kenapa dia tidak dapat bantuan, sementara tetangganya yang dinilai mampu justru menerima. Ini terjadi karena data kita belum sepenuhnya valid dan transparan," ujar Rico.

Ia menegaskan digitalisasi menjadi satu-satunya solusi untuk memperbaiki sistem pendataan bansos.

Dengan data terintegrasi, pemerintah diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kota Medan diketahui menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi implementasi digitalisasi bansos, setelah sebelumnya diuji coba di Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Rico meminta seluruh jajaran pemerintahan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat sistem pendataan sosial.

"Ke depan tidak boleh lagi ada data like or dislike. Semua harus berbasis data yang riil dan terverifikasi," kata dia.

Rico juga menekankan pentingnya pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai dasar utama integrasi data sosial.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sumut Siap Gelar AFF U-19 2026! Tim Peserta Mulai Berdatangan
Mualem Hadiri Langsung RDP Revisi UUPA di DPR RI, Ini yang Dibahas
Petani Tebu Teriak! HPP Gula Tak Naik 3 Tahun, Harga Pupuk Naik Dua Kali Lipat
Rico Waas Apresiasi Bantuan WeLoveU Foundation untuk SDN 066654 yang Sempat Terendam Banjir: Dari Meja dan Kursi Ini Akan Lahir Prestasi Anak Bangsa
Rico Waas Apresiasi Film “Samudera”, Dorong Lahirnya Ekosistem Perfilman Lokal di Medan
Pemerintah Siapkan 11.512 Proyek Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Anggaran Tembus Rp100,1 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru