Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menunaikan Salat Idul Adha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menunaikan Salat Idul Adha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).
"Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu," kata Purbaya kepada wartawan.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sumber pendanaan pembelian ribuan sapikurban tersebut, Purbaya menyarankan agar hal itu dikonfirmasi langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).
"Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa sebanyak 1.098 ekor sapikurban yang dibagikan Presiden Prabowo pada Idul Adha tahun ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Juri, dana tersebut berasal dari pos Bantuan Presiden atau Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk penyaluran hewan kurban ke seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri menjelaskan, seluruh sapikurban Presiden Prabowo berasal dari peternak lokal yang tersebar di berbagai daerah.
Hewan kurban tersebut didistribusikan ke setiap kabupaten dan kota di Indonesia sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momentum Idul Adha.
Ia mengatakan harga sapi bervariasi karena dipengaruhi bobot hewan dan kondisi pasar di masing-masing daerah.
"Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga mempengaruhi harga sapi. Kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah," ujarnya.