Usulan Anak Keluarga Mampu Tak Dapat MBG Dikritik, DPR Soroti Potensi Kecemburuan di Sekolah
JAKARTA Wacana pembatasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak dari keluarga mampu menuai perhatian DPR RI. Wak
NASIONAL
JAKARTA – Pengusutan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar persoalan yang lebih luas dalam tata kelola pendidikan nasional.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai kasus yang kini ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengadaan perangkat teknologi, tetapi juga berpotensi mengungkap dugaan praktik kejahatan kerah putih (white-collar crime) yang terjadi selama pelaksanaan program Merdeka Belajar periode 2019-2024.
Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, mengatakan kasus Chromebook hanya sebagian kecil dari persoalan yang terjadi di sektor pendidikan pada periode tersebut.Baca Juga:
Menurutnya, terdapat sejumlah program yang perlu ditelusuri lebih jauh karena diduga melibatkan pola kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu melalui pemanfaatan anggaran pendidikan dalam jumlah besar.
P2G menyoroti alokasi anggaran program pelatihan guru yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Di sisi lain, program yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan karier guru disebut belum memperoleh perhatian yang seimbang.
Selain itu, P2G juga menyoroti indikator keberhasilan sejumlah program pendidikan yang dianggap lebih banyak mengedepankan aspek digitalisasi dan popularitas platform dibandingkan peningkatan kualitas pembelajaran secara substansial.
"Kasus korupsi Chromebook hanya bisa menangkap bagian kecilnya saja, tapi sesungguhnya sangat bisa ditelusuri lebih jauh," kata Iman, dikutip Senin (1/6/2026).
Menurutnya, praktik tersebut berpotensi melibatkan ekosistem yang lebih luas, termasuk lembaga pelatihan digital yang selama ini memperoleh keuntungan dari berbagai program pendidikan berbasis teknologi.
P2G menilai langkah Kejagung dalam mengusut kasus Chromebook menjadi momentum penting untuk menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan lain dalam penggunaan anggaran pendidikan.
Pengusutan secara menyeluruh dinilai penting agar penggunaan anggaran negara di sektor pendidikan benar-benar tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru.
Selain itu, langkah hukum yang komprehensif juga diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan nasional sekaligus memastikan hak pendidikan peserta didik dapat terpenuhi secara optimal.*
(oz/dh)
JAKARTA Wacana pembatasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak dari keluarga mampu menuai perhatian DPR RI. Wak
NASIONAL
JAKARTA Ahli Hukum Perbankan sekaligus mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein, menilai duga
NASIONAL
Oleh Samuel F. SilaenDI tengah optimisme yang terus disampaikan pemerintah mengenai prospek ekonomi nasional, Indonesia sesungguhnya mengha
OPINI
GARUT Tragedi meninggalnya seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) saat mendampingi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) d
PERISTIWA
JAKARTA Nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja impresif. Mata uang Garuda tercatat sebagai yang paling kuat d
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan laporan penolakan gratifikasi yang diajukan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tel
NASIONAL
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan penanganan cepat terhadap seorang warga penderita tumor
KESEHATAN
MEDAN Politisi PDI Perjuangan Sumatera Utara Japorman Saragih menjagokan Tim Nasional Argentina untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Ia
OLAHRAGA
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan kepeduliannya kepada keluarga nelayan di Kabupaten Nias S
PEMERINTAHAN
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kepulauan Nias kepada Duta
PARIWISATA