BREAKING NEWS
Jumat, 29 Mei 2026

Dugaan Mark-Up Proyek di LLDIKTI Wilayah I: Pejabat Berinisial AS Disinyalir Sewa Konsultan demi "Skenario Penyelamatan" Anggaran

Hadyan - Jumat, 29 Mei 2026 18:04 WIB
Dugaan Mark-Up Proyek di LLDIKTI Wilayah I: Pejabat Berinisial AS Disinyalir Sewa Konsultan demi "Skenario Penyelamatan" Anggaran
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara. (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Aroma tak sedap kembali berembus dari lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara.

Belum reda sorotan publik terkait karut-marut tata kelola program bantuan pendidikan, institusi di bawah naungan Kemendikbudristek ini kini dihantam isu rasuah.

Seorang pejabat internal berinisial AS diduga terlibat dalam penggelembungan anggaran (mark-up) sejumlah proyek fisik di lingkungan kantor tersebut.

Baca Juga:

Berdasarkan dokumen laporan pengaduan masyarakat, dugaan manipulasi anggaran ini menyasar tiga paket proyek renovasi fasilitas kantor yang dinilai tidak wajar.

Ketiganya adalah proyek renovasi ruang podcast Hubungan Masyarakat (Humas), renovasi musala, serta penataan area parkir kantor.

Sumber yang mengetahui jalannya proyek tersebut membisikkan bahwa realisasi anggaran di lapangan disinyalir jauh melampaui harga pasar normal.

Akibat pembengkakan nilai proyek yang tidak rasional ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Siasat Konsultan di Balik Layar

Satu hal yang menarik perhatian adalah munculnya manuver baru pasca-mencuatnya kasus ini ke publik.

Pejabat AS disinyalir tidak bermain sendiri.

Demi mengamankan posisinya dari endusan aparat penegak hukum (APH), ia diduga kuat tengah berupaya menyewa jasa konsultan anggaran eksternal.

Langkah ini disebut-sebut sebagai "skenario penyelamatan" atau strategi mitigasi untuk merapikan dan memoles kembali laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MPR Tekankan Komitmen Bersama Jadi Kunci Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional
Efisiensi Anggaran, Distribusi MBG Tak Lagi 6 Hari dalam Sepekan
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Golkar: Jangan Dikaitkan Pilpres 2029
Menag Nasaruddin Bela Kurban Prabowo Rp100 Miliar dari APBN: Tak Boleh Ada yang Kelaparan Saat Idul Adha
Komnas HAM Tegaskan Kewenangan Bentuk Tim Ad Hoc Sudah Berlaku Sejak 2000
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, MUI: Tidak Ada Masalah Secara Syar’i
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru