BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Warga Perbatasan Medan–Deli Serdang Keluhkan Banjir hingga Kriminalitas, Rico Waas Diminta Bertindak Cepat

Hadyan - Kamis, 04 Juni 2026 08:19 WIB
Warga Perbatasan Medan–Deli Serdang Keluhkan Banjir hingga Kriminalitas, Rico Waas Diminta Bertindak Cepat
Wakil Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Medan, Ali Ibsan Jaya. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wakil Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Medan bersama warga di kawasan perbatasan MedanDeli Serdang menyampaikan kritik terhadap kinerja Pemerintah Kota Medan.

Mereka menilai wilayah tersebut masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang belum tertangani secara optimal.

Sorotan itu juga ditujukan kepada Wali Kota Medan Rico Waas, yang dinilai belum menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan banjir, infrastruktur, dan keamanan di kawasan tersebut.

Baca Juga:

Advokat sekaligus Wakil Ketua GPA Kota Medan, Ali Ibsan Jaya, mengatakan warga telah lama mengeluhkan kondisi lingkungan yang kerap tergenang saat hujan deras akibat buruknya sistem drainase dan pengelolaan sampah.

"Setiap hujan deras, kawasan ini langsung lumpuh. Banjir dan genangan air terjadi karena minimnya drainase dan buruknya pengelolaan sampah," kata Ali, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kondisi diperparah oleh tidak optimalnya aliran air menuju Sungai Bedera yang lokasinya relatif dekat dari permukiman warga.

Pendangkalan sungai serta minimnya normalisasi parit disebut menjadi penyebab utama kawasan tersebut menjadi langganan banjir.

Selain persoalan banjir, warga juga mengeluhkan meningkatnya angka kriminalitas di wilayah itu. Aksi tawuran, geng motor, hingga begal disebut kerap terjadi dan meresahkan masyarakat.

Menurut Ali, puncak insiden terjadi saat perayaan Idul Adha lalu ketika terjadi bentrokan yang berujung penikaman di depan Masjid Al-Mukhlisin.

Situasi tersebut diperburuk dengan minimnya penerangan jalan umum (LPJU), sehingga sejumlah titik di kawasan tersebut kerap gelap pada malam hari dan rawan tindak kejahatan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap respons pemerintah setempat yang dinilai lamban menangani persoalan di wilayah mereka.

"Kami seperti dibiarkan tanpa perlindungan. Aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan seolah menutup mata terhadap kondisi di lapangan," ujarnya.

Warga menilai sebagai kawasan perbatasan yang menjadi salah satu wajah Kota Medan, wilayah tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih serius dalam pembangunan infrastruktur maupun penguatan keamanan.

Mereka meminta Pemerintah Kota Medan segera melakukan langkah konkret, mulai dari pembangunan drainase terintegrasi ke Sungai Bedera, normalisasi sungai, pemasangan LPJU di titik rawan, hingga peningkatan patroli keamanan.

"Jangan ada tebang pilih dalam pembangunan. Kami juga warga Kota Medan yang berhak hidup aman, nyaman, dan layak," kata warga tersebut.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan Aceh Singkil Hadiri Pertemuan dengan Menteri BKKBN di Aceh Tenggara
PDDI Jakarta Utara Himpun 4.153 Kantong Darah, Dekati Target Semester I 2026
Pelayanan Publik Kian Meningkat, Indeks Reformasi Birokrasi Aceh Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB
Vonis Bebas! Mantan Kepala BPN Sumut Cs Lepas dari Jerat Korupsi Aset PTPN-Citraland
Pemko Medan Segel Phantom KTV, Izin Belum Lengkap dan Diduga Jadi Lokasi Edar Narkoba
Sambut Kepulangan Kloter 2 Haji Sumut, Wagub Surya Apresiasi Petugas dan Harap Jemaah Jadi Teladan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru