Jeritan Warga Medan Labuhan Diterjang Banjir: 4 Kali Tinggikan Rumah Tetap Apes Kebanjiran
MEDAN Banjir kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, setelah hujan dera
PERISTIWA
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperketat pengawasan terhadap proses rekrutmen tenaga honorer di daerah. Permintaan tersebut disampaikan menyusul temuan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait banyaknya tim sukses kepala daerah yang diangkat menjadi tenaga honorer setelah pelaksanaan Pilkada.
Bahtra menegaskan praktik pengangkatan tim sukses menjadi tenaga honorer harus segera dihentikan karena berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mengganggu upaya penataan aparatur sipil negara.
"Kami minta agar Kemendagri terus memantau daerah-daerah agar tidak kecolongan lagi," ujar Bahtra Banong kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).Baca Juga:
Menurut Bahtra, Kemendagri telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi melakukan rekrutmen tenaga honorer yang tidak sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan. Ia menilai langkah tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat di lapangan.
Bahtra menegaskan, pengangkatan tenaga honorer tidak boleh lagi dilakukan dengan alasan balas jasa politik kepada tim sukses saat Pilkada. Jika praktik tersebut terus berlangsung, target pemerintah untuk menekan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan sulit tercapai.
"Sudah tidak boleh lagi merekrut honorer dengan alasan apa pun, termasuk karena utang budi kepada tim sukses saat Pilkada," tegasnya.
Selain pengawasan, Komisi II DPR juga mendorong Kemendagri menyiapkan mekanisme sanksi bagi pemerintah daerah yang masih nekat merekrut tenaga honorer di luar ketentuan yang berlaku.
Bahtra mengaku pihaknya masih menerima laporan mengenai adanya daerah yang melakukan pengangkatan tenaga honorer dari kalangan tim sukses kepala daerah. DPR berjanji akan melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa banyak tenaga honorer yang direkrut bukan berdasarkan kebutuhan keterampilan tertentu, melainkan karena faktor kedekatan politik dengan kepala daerah.
Menurut Tito, kondisi tersebut kemudian menjadi persoalan ketika tenaga honorer yang telah bekerja selama bertahun-tahun menuntut pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Akibatnya, beban belanja pegawai daerah terus meningkat dan membebani pemerintahan berikutnya.
Tito menegaskan pemerintah daerah harus belajar dari pengalaman tersebut dan menghentikan rekrutmen tenaga honorer yang tidak sesuai kebutuhan. Namun, pengecualian masih dapat diberikan untuk sektor yang benar-benar membutuhkan tenaga profesional seperti guru dan tenaga kesehatan.
Pemerintah berharap penataan tenaga honorer dan PPPK dapat berjalan lebih efektif sehingga belanja pegawai tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.*
MEDAN Banjir kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, setelah hujan dera
PERISTIWA
LANGKAT Tosa Sembiring (55), penjaga kebun sawit di Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tewas setelah did
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mengusulkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ter
NASIONAL
MEDAN Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan membantah kabar yang menyebut Febi Yona, siswi SMK di Karo, mengalami hilang ingatan ak
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG turun 88,86 poin atau 1,33 ke level 6
EKONOMI
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh memberikan penyuluhan tentang pencegahan kenakalan remaja kepada siswa dan siswi MAN 1 Kota Banda Aceh. Keg
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima penyerahan uang senilai Rp1,003 triliun dan USD 166 ribu dari PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSM
NASIONAL
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol MedanTebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Mobil Hino Du
PERISTIWA
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 347 orang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi di In
NASIONAL
MEDAN Kasus kematian mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa, kini naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Meski demikian, hingg
HUKUM DAN KRIMINAL