Febrie Adriansyah Ungkap Alasan Tinggalkan Jabatan Jampidsus, Siapa yang Memintanya Mundur?
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengungkapkan bahwa dirinya meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa hukum tidak pernah benar-benar terpisah dari kehidupan manusia. Menurutnya, hukum selalu berada di antara kepentingan kekuasaan dan kebebasan, ekonomi dan keadilan, serta negara dan warga negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat menjadi pembicara dalam Konferensi Tahunan Ke-23 Asian Law Institute (ASLI) yang berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada 3-4 Juni 2026.
"Hukum tidak boleh hanya menjadi bahasa teknis kekuasaan, instrumen legitimasi pasar, atau sekadar prosedur tanpa ruh keadilan," kata Yusril dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (10/6/2026).Baca Juga:
Dalam forum yang mengusung tema *Empowering Asia's Rise: Legal Knowledge for Sustainability, Justice and Regional Integration* itu, Yusril menekankan pentingnya membangun sistem hukum yang berkeadilan, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui penguatan kerja sama regional di kawasan Asia.
Menurutnya, Asia memiliki sejarah dan tradisi hukum yang kaya jauh sebelum hadirnya sistem hukum modern Barat. Berbagai norma adat, hukum agama, hukum kerajaan hingga mekanisme penyelesaian sengketa telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Asia.
Yusril juga menyoroti tiga isu utama yang menjadi fokus konferensi, yakni keberlanjutan, keadilan, dan integrasi regional.
Pada aspek keberlanjutan, ia menilai hukum harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan saat ini dengan kepentingan generasi mendatang. Pembangunan, kata dia, tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap energi, pangan, pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga teknologi.
Sementara pada aspek keadilan, Yusril menegaskan bahwa kualitas sistem hukum tidak hanya diukur dari banyaknya aturan, prosedur, maupun institusi yang dimiliki suatu negara. Hukum harus mampu memberikan manfaat nyata dan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Hukum harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, terutama kelompok yang selama ini sulit memperoleh akses terhadap keadilan," ujarnya.
Yusril juga menyinggung kompleksitas Indonesia sebagai negara hukum yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan sistem hukum yang hidup berdampingan. Mulai dari hukum nasional, hukum adat, hukum agama hingga hukum internasional.
Dalam konteks integrasi regional, Yusril menilai Asia tidak perlu meniru sepenuhnya model integrasi hukum seperti yang diterapkan Uni Eropa. Menurutnya, kerja sama hukum di Asia harus dibangun berdasarkan pengalaman kawasan sendiri melalui pendekatan yang bertahap, dialogis, dan dilandasi kepercayaan antarnegara.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan akademisi hukum agar tidak hanya memahami hukum sebagai kemampuan teknis semata.
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengungkapkan bahwa dirinya meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
BANDUNG Presiden ke6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenang pengalamannya menghadapi demonstrasi selama menjabat
POLITIK
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang menggerebek tiga lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara (Sumut) meningkat empat kali lipat sepanjang 20
NASIONAL
MEDAN Kisruh pengelolaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AlHikmah Medan kembali mencuat. Persoalan tersebut mencakup status kepemimpi
NASIONAL
PEKANBARU Yayasan Jaga Riau Indonesia mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau dan Gubernur Riau segera mengambil langkah konkre
NASIONAL
MEDAN Kota Medan mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 33 milimeter atau 3,3 sentimeter per tahun. Angka tersebut terungkap dalam
NASIONAL
JAKARTA Suroso Isnandar ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Pergantian pimpinan perusahaan
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Don Ritto alias Idon menilai jaksa penuntut umum (JPU) mencampuradukkan honorarium advokat, kegiatan bisnis, dan hubung
HUKUM DAN KRIMINAL