Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Arahan ketiga adalah menegakkan hukum secara adil.
Presiden meminta aparat kepolisian berani membela pihak yang benar serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang lemah.
Keempat, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, perkembangan kejahatan saat ini menuntut aparat penegak hukum terus meningkatkan kemampuan agar mampu menghadapi tantangan baru.
Arahan kelima adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
Presiden menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus membangun kerja sama dengan TNI, pemerintah, lembaga negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen masyarakat.
Pada arahan terakhir, Prabowo mengingatkan seluruh anggota Polri agar terus melakukan pembenahan internal dan tidak cepat berpuas diri.
"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ujar Prabowo.
Presiden berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme, menjaga kepercayaan publik, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang.* (bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.