BREAKING NEWS
Rabu, 01 Juli 2026

Prabowo: Judol dan Korupsi Jadi Biang Kemiskinan, Polri Diminta Tak Lengah

Adelia Syafitri - Rabu, 01 Juli 2026 16:14 WIB
Prabowo: Judol dan Korupsi Jadi Biang Kemiskinan, Polri Diminta Tak Lengah
Presiden Prabowo Subianti memberikan amanat saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan berbagai bentuk kejahatan, mulai dari judi online (judol), korupsi, perdagangan orang, hingga praktik ekonomi ilegal masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Menurutnya, kejahatan-kejahatan tersebut menjadi salah satu penyebab utama masih tingginya angka kemiskinan di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).

Prabowo mengatakan praktik ilegal seperti penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, kejahatan siber, terorisme, hingga kejahatan kerah putih (white collar crime) telah menimbulkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat.

Baca Juga:

"Judi online merupakan ancaman yang sangat merugikan bangsa kita. Begitu juga perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, hingga praktik white collar crime yang sangat merugikan bangsa," ujar Prabowo.

Meski demikian, Presiden memberikan apresiasi kepada Polri bersama kementerian dan lembaga terkait atas berbagai keberhasilan dalam memberantas tindak kejahatan.

Ia menyoroti keberhasilan aparat dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta menjaga Indonesia tetap bebas dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya mengapresiasi keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain yang terus mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online, dan berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Namun, Prabowo mengingatkan seluruh aparat penegak hukum agar tidak cepat merasa puas. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masih besar, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai kemiskinan yang masih dialami sebagian masyarakat merupakan dampak dari praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal yang merugikan negara.

"Rakyat kita masih menghadapi kemiskinan dan kemiskinan itu merupakan akibat langsung dari korupsi, penyelundupan, serta berbagai kegiatan ekonomi ilegal," tegas Prabowo.

Karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran Polri bersama elemen pemerintah lainnya terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi, dan konsisten memberantas berbagai bentuk kejahatan demi menjaga stabilitas nasional dan melindungi kepentingan masyarakat.

"Tantangan kita semua masih besar dan masih banyak yang harus diselesaikan," pungkasnya.* (dw/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Stok Beras RI Cetak Rekor Baru, Bapanas Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Rico Waas Ajak Kepala Daerah Wariskan Lingkungan Lestari, Bukan Kerusakan untuk Generasi Mendatang
RI Kunci Investasi Rp1,17 Triliun dari Inggris, Perkuat Manufaktur dan Transfer Teknologi
Prabowo Sambut Presiden Belarus di Istana 2 Juli, Kerja Sama Strategis Indonesia-Belarus Disiapkan
Menkomdigi: Spam Judi Online Kini Banyak Sasar Akun Influencer Daerah
Zakiyuddin Ajak Pakar Perencana Susun Cetak Biru Kota Masa Depan di Forum Bakti Bappeda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru