Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BENER MERIAH – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana harus berjalan seiring dengan prinsip transparansi.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan setiap proyek sekaligus ikut mengawasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca Juga:
Ia mengatakan keterbukaan mengenai penggunaan anggaran maupun pelaksanaan pekerjaan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemulihan infrastruktur pascabencana.
Untuk mendukung keterbukaan informasi, Tito meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama instansi terkait memasang papan informasi atau billboard di setiap lokasi pekerjaan.
Papan informasi tersebut diharapkan memuat berbagai keterangan penting, mulai dari jenis pekerjaan, besaran anggaran, progres pembangunan, hingga target penyelesaian proyek.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui secara langsung perkembangan pembangunan yang sedang berlangsung.
"Pasang billboard supaya masyarakat benar-benar tahu, 'oh iya jalan dan jembatan ini sedang dalam pengerjaan'. Dan diberi informasi, misalnya Jembatan Enang-Enang ini akan diperkuat. Sehingga masyarakat melihat, dan taruh logo Kementerian PU di situ," ujar Tito.
Selain menekankan pentingnya transparansi, pemerintah juga terus mempercepat penanganan infrastruktur di kawasan Bener Meriah.
Tito memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp1,1 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan jalan, pembangunan jembatan baru, pelebaran jalur alternatif, hingga pembangunan jembatan bentang panjang.
Salah satu proyek yang dipersiapkan adalah pembangunan jembatan baru sepanjang sekitar 300 meter yang direncanakan menjadi ikon baru kawasan Tanah Gayo.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.