BREAKING NEWS
Jumat, 10 Juli 2026

Prabowo Soroti Mentalitas 'Bangsa Kepiting', Ajak Masyarakat Tinggalkan Sikap Saling Menjatuhkan

Johan - Kamis, 09 Juli 2026 17:55 WIB
Prabowo Soroti Mentalitas 'Bangsa Kepiting', Ajak Masyarakat Tinggalkan Sikap Saling Menjatuhkan
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peluncuran program Biosolar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya mentalitas saling menjatuhkan yang dinilainya menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia.

Menurut Prabowo, sikap tersebut harus segera ditinggalkan agar Indonesia mampu bersaing di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peluncuran program Biosolar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Baca Juga:

Prabowo mengibaratkan perilaku tersebut sebagai "bangsa kepiting", yakni kondisi ketika seseorang yang hendak maju justru ditarik kembali oleh orang lain.

"Mungkin ini karena terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing, sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, bukan rasa rendah hati, justru sering kita tuh senang melihat rekan sendiri susah," kata Prabowo.

Menurut Presiden, masih ada kecenderungan sebagian masyarakat merasa senang ketika melihat orang lain mengalami kesulitan.

Ia kemudian mengutip istilah "bangsa kepiting" untuk menggambarkan perilaku tersebut.

"Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting. Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi," ujarnya.

"Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang. Saya tidak tahu mungkin saudara-saudara pun punya pengalaman ya," lanjutnya.

Prabowo menilai sikap iri, dengki, dan keinginan menjatuhkan sesama anak bangsa hanya akan menghambat kemajuan Indonesia.

Padahal, kata dia, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini berasal dari persaingan global yang semakin keras.

"Padahal dunia ini penuh persaingan. Banyak negara yang iri sama kita, banyak negara yang benci sama kita. Kita tidak pernah benci orang, tapi nyatanya banyak yang dengki, iri, maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Berdosalah Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyatnya
Prabowo Resah Indonesia Belum Lolos ke Piala Dunia: Jangan Anggap Enteng, Mana Erick Thohir?
Bahlil: Indonesia Tak Lagi Impor Solar Berkat B50, Hemat Devisa Rp170 Triliun
Prabowo Resmikan Biosolar B50, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori Biodiesel 50 Persen
Pemprov Sumut Alokasikan Rp64,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Langkat, Jembatan Baru Juga Dibangun
Prabowo Resmikan BBM B50 Hari Ini, Indonesia Masuki Era Baru Transisi Energi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru