BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Sebut BUMN Sumber Korupsi, Prabowo Ingatkan Koruptor: Hentikan! Kembalikan Kekayaan Rakyat

Adelia Syafitri - Senin, 13 Juli 2026 09:33 WIB
Sebut BUMN Sumber Korupsi, Prabowo Ingatkan Koruptor: Hentikan! Kembalikan Kekayaan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang melakukan praktik korupsi di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Ia menilai sektor BUMN selama ini menjadi salah satu titik rawan terjadinya penyalahgunaan kekayaan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga:

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan penertiban terhadap pengelolaan BUMN agar aset negara dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

"BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi," kata Prabowo.

Presiden juga meminta para pelaku korupsi segera menghentikan tindakan yang merugikan negara serta mengembalikan kekayaan rakyat yang telah disalahgunakan.

"Hei, para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Kembalikan kekayaan rakyat dengan baik," ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintah tetap membuka ruang bagi pihak yang ingin memperbaiki kesalahan.

Namun, ia menegaskan bahwa kepentingan rakyat dan rasa keadilan tetap menjadi hal utama.

Menurutnya, kekayaan negara harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memperbaiki fasilitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memperbaiki layanan kesehatan.

"Rakyat butuh sekolah yang baik. Guru-guru butuh gaji yang baik. Dokter-dokter dan perawat butuh gaji yang baik," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan pemerintah telah melakukan konsolidasi terhadap lebih dari seribu BUMN ke dalam satu dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar aset negara yang tersebar di berbagai perusahaan pelat merah dapat dikelola lebih terarah, profesional, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Ia menyebut nilai aset yang dikelola melalui konsolidasi tersebut mencapai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

"Seribu BUMN lebih kita jadikan satu konsolidasi. Nilainya adalah seribu miliar dolar, 1 triliun dolar Amerika," ujar Prabowo.

Meski tidak menyebut secara langsung nama lembaga yang dimaksud, Prabowo menjelaskan bahwa penggabungan pengelolaan aset tersebut bertujuan memperkuat tata kelola kekayaan negara.

Presiden menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar.

Namun, potensi tersebut harus dijaga agar tidak kembali hilang akibat praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.

Peringatan keras terhadap pelaku korupsi BUMN tersebut disampaikan setelah Prabowo mengaku prihatin melihat besarnya kekayaan Indonesia yang hilang akibat praktik pencurian aset negara dan dibawa ke luar negeri.

Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pembenahan agar kekayaan nasional dapat kembali digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.* (vo/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Usai Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Imigrasi Cegah Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Masuk Tahun Ajaran Baru 2026, Harga Sembako Kembali Melonjak, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Warga Minta Presiden dan Pemerintah Segera Turun Tangan
Tutup Turnamen Padel, Rico Waas Ajak Warga Medan Jadikan Olahraga Energi Baru Membangun Kota
Ketika Pemburu Rasuah Berubah Jadi Buruan
Ini Lima Kesalahan Pola Pikir yang Menghambat Kehidupan Menurut Islam
Musdalub PJS Babel 2026 Teguhkan Integritas Wartawan, Kakanwil Ditjenpas Babel: Pers Harus Utamakan Akurasi, Keberimbangan, dan Tanggung Jawab
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru