Ibu Muda Ditemukan Meninggal Mengapung di Krueng Aceh, Polisi Olah TKP
BANDA ACEH Seorang wanita berinisial NA (29), warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, ditemukan meninggal dunia d
PERISTIWA
JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyoroti mentalitas kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih belum mengalami perubahan. Menurutnya, budaya kerja birokrasi harus dibenahi agar pelayanan publik semakin profesional dan mampu bersaing dengan sektor swasta.
Pernyataan tersebut disampaikan Rifqinizamy dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Rifqinizamy mengkritik pola kerja sebagian ASN yang dinilai belum berorientasi pada produktivitas dan hasil kerja.Baca Juga:
"Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," ujar Rifqinizamy.
Politikus Partai NasDem itu juga membandingkan sistem kerja ASN dengan pegawai di sektor swasta yang dinilainya lebih kompetitif dalam mengejar target dan kinerja.
Menurutnya, birokrasi perlu menerapkan sistem penilaian yang lebih terukur agar setiap ASN memiliki target kerja yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.
Komisi II DPR RI, kata dia, saat ini tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu poin yang akan diperkuat adalah penerapan Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh ASN, baik pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Melalui sistem tersebut, ASN yang mampu memenuhi target kinerja akan dipertahankan, sedangkan mereka yang terus menunjukkan performa buruk dapat dikenai evaluasi hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Rifqinizamy menilai aturan tersebut juga akan memberikan kepastian bagi kepala daerah dalam melakukan pembinaan terhadap aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan capaian reformasi birokrasi nasional pada 2025 mengalami peningkatan. Indeks Reformasi Birokrasi tercatat naik menjadi 73,37 dari sebelumnya 71,92 pada 2024.
Di sisi lain, skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) masih menjadi perhatian karena dinilai belum optimal. Meski demikian, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah berharap penguatan reformasi birokrasi dan sistem evaluasi kinerja dapat mendorong terciptanya ASN yang lebih profesional, kompetitif, serta berorientasi pada pelayanan publik.* (k/dh)
BANDA ACEH Seorang wanita berinisial NA (29), warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, ditemukan meninggal dunia d
PERISTIWA
BINJAI Anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Narkotika Na
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat transformasi digital dengan menggandeng PT Artajasa Pembayaran Elektronis
EKONOMI
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kota Binjai menjalin audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasion
NASIONAL
MEDAN HiLo Strong Fest 2026 kembali digelar di Kota Medan sebagai bagian dari rangkaian festival olahraga yang berlangsung di 14 kota di
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa skema penggajian pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
EKONOMI
MEDAN Putusan terhadap anak berinisial AL (12), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya di Kota Medan, Sumatera Utara, telah berkekuat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyoroti mentalitas kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih
NASIONAL
MEDAN PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan sekitarnya kembali beroper
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi, sete
NASIONAL