BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Indonesia Jadi Negara Pendiri WAICO, Airlangga Sebut AI Bisa Dorong Ekonomi Digital hingga US$366 Miliar pada 2030

Johan - Sabtu, 18 Juli 2026 10:34 WIB
Indonesia Jadi Negara Pendiri WAICO, Airlangga Sebut AI Bisa Dorong Ekonomi Digital hingga US$366 Miliar pada 2030
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: Airlangga Hartarto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) atau Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia.

Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi global tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan dan tata kelola teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penandatanganan Agreement of Establishment WAICO dilakukan dalam rangkaian kegiatan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) yang berlangsung di Shanghai, China.

Baca Juga:

"Ini merupakan momentum bersejarah di mana sebelum ditandatangani itu, ada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Yang Mulia Presiden Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yang Mulia Antonio Guterres, dan beberapa pendiri, founder member daripada WAICO tersebut," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (17/7/2026).

Dalam deklarasi pendirian WAICO tersebut, sebanyak 29 negara ikut menandatangani dokumen pembentukan organisasi.

Dari kawasan ASEAN, Indonesia bergabung bersama Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.

Selain negara-negara ASEAN, sejumlah negara anggota BRICS seperti China, Brasil, Rusia, Ethiopia, dan Afrika Selatan juga menjadi bagian dari negara pendiri, bersama negara-negara dari kawasan Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Amerika Latin, dan Eropa Timur.

Airlangga mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam WAICO merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Indonesia ikut agar pengembangan AI bersifat inklusif dan bertanggung jawab serta memberikan manfaat secara bersama," ujar Airlangga.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI tidak boleh hanya menjadi keunggulan bagi negara tertentu, tetapi harus menjadi sarana kerja sama global yang mampu memperkecil kesenjangan teknologi antarnegara.

Airlangga menyampaikan bahwa dalam peresmian WAICO, Presiden China Xi Jinping menekankan bahwa AI tidak seharusnya menjadi solo performance dari satu negara, melainkan menjadi simfoni global collaboration atau hasil kolaborasi dunia.

Pandangan tersebut, kata Airlangga, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penguasaan teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia.

Airlangga menilai bergabungnya Indonesia dalam WAICO dapat membuka peluang besar bagi perkembangan ekonomi digital nasional.

Ia memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia berpotensi meningkat hampir tiga kali lipat dalam lima tahun mendatang.

"Ekonomi digital ini potensinya sampai dengan tahun ini 130 billion dan tahun 2030 akan menjadi 366 billion dollars," kata Airlangga.

Menurutnya, potensi tersebut sejalan dengan langkah Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi digital di kawasan ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Pemerintah berharap kerja sama internasional di bidang AI dapat mempercepat transformasi digital, meningkatkan inovasi, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha dan masyarakat.

Airlangga menegaskan bahwa pengembangan teknologi AI bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia.

Pemerintah telah memulai langkah menuju transformasi industri berbasis teknologi melalui program Industri 4.0 sejak 2018, yang salah satu komponennya adalah kecerdasan buatan.

"AI bukan sesuatu yang baru, tetapi bagi Indonesia ini sudah berproses dan di Indonesia sendiri sudah diluncurkan Industri 4.0 di tahun 2018 di mana salah satu komponennya adalah mengenai Artificial Intelligence," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut bergabungnya Indonesia dalam WAICO, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengoptimalkan kerja sama tersebut.

Beberapa fokus yang akan dilakukan antara lain:

- Mempercepat transformasi digital nasional
- Memperkuat kesiapan infrastruktur pusat data atau data center dalam negeri
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang AI
- Membuka peluang kerja sama internasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi
- Kerja Sama Digital Indonesia-China Terus Diperkuat

Selain melalui WAICO, Indonesia juga terus memperkuat hubungan kerja sama digital dengan China.

Airlangga menyebut Indonesia dan China telah memiliki nota kesepahaman (MoU) dalam bidang perdagangan dan digital.

Implementasi kerja sama tersebut juga telah dievaluasi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Menurut Airlangga, China merupakan salah satu mitra strategis bagi Indonesia.

Nilai perdagangan Indonesia-China pada tahun sebelumnya mencapai sekitar US$160 miliar, sementara investasi langsung China ke Indonesia mencapai sekitar US$7 miliar, serta sekitar US$10 miliar melalui Hong Kong.

Dengan bergabungnya Indonesia sebagai negara pendiri WAICO, pemerintah berharap teknologi AI dapat menjadi alat untuk memperkuat ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.* (di/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Melonjak 4,24 Persen Pekan Ini, Apakah Pasar Saham Mulai Kembali Bergairah?
Update Harga Pangan Sabtu 18 Juli 2026: Cabai Turun tapi Ayam dan Telur Melonjak
Prabowo Sindir Pihak yang Keluhkan Harga Beras Mahal: Suruh Mereka Tanam Padi Sendiri!
Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, Harga 1 Gram Tembus Rp2,6 Juta
Berdampak Nyata bagi Masyarakat, Program Inovatif PHKT Dapat Penghargaan CSR Terbaik dari Pemkab Penajam Paser Utara
MD Entertainment Foundation Salurkan 500 Pasang Sepatu untuk Siswa Muhammadiyah Bener Meriah, Dorong Semangat Belajar Anak Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru