BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Prabowo: Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit

Dharma - Rabu, 29 Juli 2026 10:54 WIB
Prabowo: Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII agar menjalankan tugas sebagai aparatur negara dengan semangat melayani masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat melantik sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda IPDN di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa seorang pamong praja bukan hanya pemegang jabatan pemerintahan, melainkan memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan rakyat.

Baca Juga:

"Saudara-Saudara, Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, masyarakat membutuhkan aparatur negara yang bekerja dengan kejujuran, disiplin, serta memiliki keberanian dalam mengambil keputusan demi kepentingan rakyat.

"Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Rakyat menuntut aparatur negara yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan," ujarnya.

Prabowo mengingatkan para lulusan IPDN bahwa setiap tindakan aparatur negara akan menjadi gambaran bagi masyarakat mengenai kehadiran pemerintah.

Ia menyebut, sikap, perilaku, hingga keputusan yang dibuat oleh seorang aparatur akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

"Di mana pun Saudara bertugas, ingat, Saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap Saudara, dari penampilan Saudara, rakyat menilai apakah negara kita hadir atau tidak, apakah negara kita tertib atau tidak, apakah negara kita membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," ujar Prabowo.

Menurutnya, tugas seorang pamong praja memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak, dan dari keputusan-keputusan Saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang pamong praja," lanjutnya.

Prabowo menegaskan bahwa apabila aparatur mampu memberikan pelayanan terbaik, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat.

"Tapi kalau Saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama Saudara, melainkan yang rusak adalah kepercayaan rakyat kepada negara," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada para Pamong Praja Muda IPDN yang baru dilantik.

Ia mengingatkan bahwa pelantikan tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

"Saudara-saudara anak-anakku, semua kalian telah memilih siap berkorban jiwa dan raga untuk NKRI, hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara," kata Prabowo.

Presiden meminta para lulusan IPDN agar selalu berada di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi kesulitan.

"Saudara harus menjadi pamong praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan, saudara harus menjadi tonggak dukungan dan kepemimpinan sebagai masyarakat," ujarnya.

Prabowo juga mengapresiasi para pamong praja muda yang sebelumnya telah terlibat langsung membantu masyarakat dalam penanganan bencana di Aceh.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa aparatur negara harus memiliki kepedulian dan kesiapan untuk turun langsung membantu masyarakat.

"Saudara adalah angkatan yang telah ikut turun langsung selama 1 bulan membantu menangani bencana di Aceh, sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan," kata Prabowo.

Prabowo kembali mengingatkan bahwa menjadi pamong praja bukan sekadar mengejar pangkat maupun jabatan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang aparatur adalah seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

"Saudara-saudara menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan, kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya tapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat," ujar Prabowo.

Ia berharap para lulusan IPDN dapat menjadi pemimpin pemerintahan yang dekat dengan rakyat, menjaga integritas, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang berpihak kepada masyarakat.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Bantah Tidak Kuorum, Buka Rekaman CCTV!
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp2,2 Miliar untuk Bangun Tiga Rumah Produksi Kopi
Usai Viral di Medsos, ASN Pemko Medan Dipanggil Inspektorat dan Terancam Hukuman Disiplin Ringan
Prabowo Lantik 1.204 Lulusan IPDN 2026, Anak Buruh Bangunan dan Petani Raih Predikat Terbaik
Pemkot dan Kejaksaan Monitoring Dapur MBG di Binjai,  Ini Hasil Temuannya
BGN Temukan 414 SPPG Belum Beroperasi Meski Dana Sudah Dicairkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru