BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Raman Krisna - Jumat, 07 Agustus 2026 20:17 WIB
Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Foto udara area persawahan di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (foto: dok. Satgas PRR/Benny Malik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mulai menyelaraskan langkah pemulihan sawah rusak berat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Upaya ini dilakukan agar lahan pertanian yang terdampak bencana dapat kembali produktif sehingga petani bisa kembali memperoleh sumber penghidupan.

Satgas PRR menilai penanganan sawah rusak berat memerlukan pendekatan yang berbeda di setiap daerah.

Baca Juga:

Penyebabnya, karakter kerusakan lahan tidak sama, mulai dari endapan lumpur, material batu, perubahan bentang lahan, hingga terganggunya pasokan air.

Karena itu, pemerintah daerah diminta terlebih dahulu melakukan pemetaan sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi.

Wakil Ketua Data Posko Satgas PRR, Brigjen TNI Andre Julian, mengatakan ada empat aspek utama yang harus dipetakan, yakni kondisi bentang lahan, suplai air, potensi pemanfaatan lahan, serta batas kepemilikan tanah.

"Dari keseluruhan empat pemetaan yang kita butuhkan itu, mohon nanti pemda juga membentuk semacam kelompok atau tim untuk menangani masalah sawah rusak ini," kata Andre dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Sawah Terdampak Rusak Berat, Kamis (6/8/2026).

Menurut Andre, hasil pemetaan tersebut nantinya akan disinkronkan dengan berbagai program kementerian dan lembaga agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif dan terpadu.

Pemulihan sawah rusak berat tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga melibatkan perbaikan jaringan irigasi, kondisi lahan, persoalan pertanahan, hingga dukungan pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Irjen Wahyu Bintono Hadi Bawono, mengatakan proses pemulihan telah melibatkan berbagai instansi, di antaranya Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Terhadap lahan sawah yang mengalami rusak berat ini memerlukan dukungan yang melibatkan banyak stakeholder, berbeda dengan yang rusak ringan dan rusak sedang," kata Wahyu.

Ia menjelaskan, pemulihan lahan pertanian beserta jaringan irigasi telah masuk dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Keluarga Winda Lorenza Gowasa Lapor ke Polda Sumut, Minta Dugaan Pembunuhan Diusut Tuntas
Prabowo Beri Rapor “Oke” untuk Pemerintahannya, Klaim Banyak Capaian Nyata untuk Rakyat
Prabowo Beri Rapor Memuaskan untuk Bahlil Lahadalia, Sebut Punya DNA Petarung
Prabowo: Bahlil Bisa Bikin Jokowi Tertawa, Orang Solo Itu Susah Ketawa
Prabowo Beri Peringatan ke Kepala Daerah: Jika Tak Mampu Atasi Teriakan Rakyat, Presiden Turun Tangan
Wagub Sumut Ajak Generasi Muda Perkuat Integritas untuk Lawan Ancaman Narkoba
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI