BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Komisi V DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut: 601 Kecelakaan Kapal Terjadi hingga Agustus 2026, 203 Orang Masih Hilang

Dharma - Rabu, 19 Agustus 2026 21:00 WIB
Komisi V DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut: 601 Kecelakaan Kapal Terjadi hingga Agustus 2026, 203 Orang Masih Hilang
Ketua Komisi V DPR Lasarus dalam rapat Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan, Basarnas, BMKG, dan sejumlah pihak terkait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kemudian menurut saya juga Pak harus dipilah secara baik. Apakah belum waktunya kita untuk memilah ya udah kapal Roro barang barang saja gitu loh. Ya kapal penumpang penumpang, jangan Roro barang dicampur sama penumpang ini juga soal," kata Lasarus.

"Ini menurut saya harus kita evaluasi Pak Menteri. Bisa nggak sih kita pisah barang dengan penumpang? Harusnya bisa Pak," tambahnya.

Ia menilai pemisahan tersebut dapat memudahkan pengawasan terhadap manifest serta barang yang diangkut.

"Tinggal kita putuskan saja mau yang mana gitu loh, dari kejadian yang sudah kita lewati. Barang barang saja, truk truk saja. Ya penumpang penumpang kita pisahkan sendiri. Nanti kalau dibuat seperti itu ada kemudahan Pak, saya yakin dengan demikian manifest pasti lebih mudah diawasi, ya lebih mudah diawasi," jelasnya.

"Jadi Kementerian Perhubungan menurut saya dengan di undang-undang kita udah rigid sekali Pak mengatur hal-hal seperti ini tinggal turunannya Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri," tambahnya.

Lasarus mengatakan usulan tersebut muncul karena sejumlah kecelakaan kapal diduga berkaitan dengan kendaraan dan muatan yang dibawa ke kapal.

"Kenapa saya rilis barang ini khusus? Karena dua kejadian ini Pak, dari sekian kejadian yang sudah terjadi itu dari angkutan yang dibawa oleh truk yang bawa angkutan yang kita tidak tahu isinya apa ini kan aneh," ungkapnya.

Menurut Lasarus, barang yang tidak diketahui jenis dan karakteristiknya dapat meningkatkan risiko kebakaran ketika kapal sedang berlayar.

Risiko tersebut semakin besar ketika muatan barang dan penumpang berada dalam kapal yang sama.

"Ya bisa terbakar di dalam kapal yang sedang berlayar, di mana juga barang dicampur dengan orang. Roro ini kan barang dicampur dengan orang Pak," pungkasnya.

Lasarus menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama operator maupun pemilik kapal.

Ia meminta tidak ada lagi korban jiwa dalam proses penyeberangan maupun pelayaran.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wawalkot Tanjungbalai Lantik 26 Pejabat, Minta Birokrasi Bergerak Cepat Layani Masyarakat: Jangan Tunggu Perintah Baru Bertindak!
Ponpes di Medan Rusak Parah Diterjang Angin Kencang, 15 Santriwati Diungsikan
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Agustus di Sumut
Pemkab Aceh Tengah Pulihkan 1.496 Hektare Sawah Rusak Pascabencana, Petani Ditargetkan Kembali Menanam September
Kisah Nurbaiti, Lansia 73 Tahun yang Merangkak Keluar Saat Rumah Hancur Diterjang Puting Beliung di Medan Johor
Menhan Sjafrie: Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Angkut dan Tempur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru