'Ini Bukan Prestasi, Tapi Konsekuensi', Danyon Brimob Sumut Ungkap Alasan Pecat 10 Anggotanya
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA
JAKARTA - Hasil survei Data Survei Indonesia (DSI) menunjukkan 62,4 persen responden menilai pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto serius dalam memberantas korupsi. Sebaliknya, 33 persen responden menilai pemerintah belum serius dalam agenda tersebut.
Direktur Eksekutif DSI Ahmad Rijal mengatakan survei dilakukan pada 22 Juli hingga 1 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi. Survei memiliki margin of error sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pada isu pemberantasan korupsi, selain 62,4 persen responden yang menilai pemerintah serius, tingkat kepercayaan publik terhadap sejumlah lembaga penegak hukum juga tercatat cukup tinggi.Baca Juga:
Kepercayaan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencapai 65,5 persen. Kemudian Mahkamah Agung sebesar 64,7 persen, sedangkan tingkat kepercayaan terhadap Kepolisian dan Kejaksaan masing-masing berada di atas 61 persen.
Survei DSI juga mencatat tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan secara umum mencapai 72,2 persen. Sementara 61,8 persen responden menilai pemerintah berpihak kepada rakyat kecil.
Ahmad Rijal mengaitkan hasil tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo yang berulang kali menegaskan komitmen pemberantasan korupsi. Salah satunya disampaikan Prabowo saat peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Menurut Rijal, penegasan Presiden mengenai pemberantasan korupsi menjadi salah satu faktor yang memperlihatkan arah kebijakan pemerintah dalam isu tersebut.
"Presiden Prabowo bicara bukan dari ruang hampa. Ia mengakui secara terbuka bahwa masih ada praktik korupsi. Oleh karena itu, jika kita perhatikan dalam setiap pidatonya, beliau selalu berbicara agenda pemberantasan korupsi. Hal ini menjadi pertanda komitmen pemerintahannya dalam agenda pemberantasan korupsi," kata Rijal.
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam menata ulang tata niaga ekspor komoditas strategis melalui skema satu pintu. Menurut Rijal, langkah tersebut dinilai dapat mempersempit celah kebocoran dalam pengelolaan sumber daya negara.
Namun, Rijal menilai tingginya dukungan publik terhadap agenda pemberantasan korupsi juga datang bersamaan dengan tuntutan agar pemerintah memperkuat instrumen hukum. Di antaranya percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman yang lebih tegas bagi pelaku korupsi.
"Apa yang sedang dihadapi Prabowo hari ini bukan sekadar kritik biasa dari oposisi politik, melainkan perlawanan dari kelompok yang kepentingannya terusik oleh langkah-langkah pembenahan tata kelola sumber daya negara," ujarnya.
Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat 60,7 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kepuasan terhadap kinerja pemerintah dan kabinet secara umum yang berada di angka 55,5 persen.
DSI juga menanyakan persepsi publik terhadap kasus penetapan tersangka mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dari responden yang mengikuti perkara tersebut, 59,2 persen memaknainya sebagai bukti lemahnya pengawasan program sejak awal, bukan semata-mata sebagai bukti ketegasan penindakan.
Hasil survei tersebut menggambarkan bahwa isu pemberantasan korupsi masih mendapat perhatian kuat dari masyarakat. Di satu sisi, mayoritas responden menilai pemerintah serius memberantas korupsi, sementara tingkat kepercayaan terhadap sejumlah lembaga penegak hukum juga tergolong tinggi.* (an/dh)
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya saat membuka Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok P
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto menilai kedekatan pemerintah dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah penting untuk menjaga keamanan
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan kepada para ulama, kiai dan santri atas kontribusi mereka dalam menjaga kemerd
NASIONAL
JAKARTA Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 20262031. Keputusan tersebut diam
NASIONAL
MEDAN Pengadilan Tinggi (PT) Medan memutar rekaman kamera pengawas atau CCTV dalam pemeriksaan perkara banding terdakwa David Chandra terk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil melaksanakan operasi coiling aneurisma perdana pada pas
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan mendukung percepatan pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melind
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara memperketat pemantauan harga dan pasokan pangan setelah harga daging ayam ras
EKONOMI
MEDAN Sebanyak 5.654 atlet telah terdaftar untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026. Ajang olahra
OLAHRAGA