BREAKING NEWS
Senin, 31 Agustus 2026

Dubes Yaman Temui Megawati, Minta Indonesia Buka Konsulat di Aden

Dharma - Senin, 31 Agustus 2026 20:02 WIB
Dubes Yaman Temui Megawati, Minta Indonesia Buka Konsulat di Aden
Pertemuan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Dubes Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Senin, 31 Agustus 2026. (foto: PDIP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh meminta pemerintah Indonesia membuka kantor Konsulat Republik Indonesia (Konsulat RI) di Aden, Yaman.

Menurut Salem, keberadaan konsulat dapat memperlancar komunikasi sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Permintaan itu disampaikan Salem saat bertemu Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga:

Pertemuan tersebut dikutip dari siaran pers pada Senin, 31 Agustus 2026.

"Oleh karenanya kami berharap agar Konsulat Indonesia dapat berdiri di Aden, sehingga memudahkan kerja sama dan komunikasi yang baik antara kedua negara. Dengan demikian hubungan baik yang sudah terjalin lama ini dapat berjalan semakin erat," ujar Salem.

Megawati mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada anggota parlemen Fraksi PDI-P yang bertugas di Komisi I DPR RI.

Ketua Komisi I DPR RI saat ini adalah Utut Adianto dari PDI-P.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga menanyakan sejarah migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara.

"Sejak kapan migrasi orang Yaman ke Nusantara," tanya Megawati.

Salem menjelaskan, migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara telah berlangsung sejak abad ke-13 dan mencapai puncaknya sekitar abad ke-18.

Sebagian dari mereka kemudian tinggal dan menetap di Indonesia hingga menjadi warga negara Indonesia.

"Mereka melakukan migrasi ke Indonesia, tinggal, menetap, dan bahkan menjadi warga negara Indonesia. Bahkan mereka juga ikut berkontribusi dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang," ujar Salem.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10? Bahlil: Masih Dikaji
Survei Poltracking: 51,2 Persen Publik Nilai Komunikasi Pemerintah Baik, Tapi Kepuasan terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok
Dewan Keluhkan OPD Sulit Dihubungi, Rico Waas: Masak Lebih Gampang Hubungi Wali Kota?
Rico Waas “Gas” Hasil Reses DPRD Medan: Program yang Bisa Dikerjakan, Eksekusi Minggu Ini
Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi
Anggaran Besar tapi Kinerja Dikritik DPR, Kepala Bakom Qodari Akui Komunikasi Pemerintah Masih Jadi PR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru