BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Dubes Yaman Temui Megawati, Minta Indonesia Buka Konsulat di Aden

Dharma - Senin, 31 Agustus 2026 20:02 WIB
Dubes Yaman Temui Megawati, Minta Indonesia Buka Konsulat di Aden
Pertemuan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Dubes Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Senin, 31 Agustus 2026. (foto: PDIP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh meminta pemerintah Indonesia membuka kantor Konsulat Republik Indonesia (Konsulat RI) di Aden, Yaman.

Menurut Salem, keberadaan konsulat dapat memperlancar komunikasi sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Permintaan itu disampaikan Salem saat bertemu Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga:

Pertemuan tersebut dikutip dari siaran pers pada Senin, 31 Agustus 2026.

"Oleh karenanya kami berharap agar Konsulat Indonesia dapat berdiri di Aden, sehingga memudahkan kerja sama dan komunikasi yang baik antara kedua negara. Dengan demikian hubungan baik yang sudah terjalin lama ini dapat berjalan semakin erat," ujar Salem.

Megawati mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada anggota parlemen Fraksi PDI-P yang bertugas di Komisi I DPR RI.

Ketua Komisi I DPR RI saat ini adalah Utut Adianto dari PDI-P.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga menanyakan sejarah migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara.

"Sejak kapan migrasi orang Yaman ke Nusantara," tanya Megawati.

Salem menjelaskan, migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara telah berlangsung sejak abad ke-13 dan mencapai puncaknya sekitar abad ke-18.

Sebagian dari mereka kemudian tinggal dan menetap di Indonesia hingga menjadi warga negara Indonesia.

"Mereka melakukan migrasi ke Indonesia, tinggal, menetap, dan bahkan menjadi warga negara Indonesia. Bahkan mereka juga ikut berkontribusi dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang," ujar Salem.

Menurut Salem, sejarah panjang tersebut membuat masyarakat keturunan Yaman menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.

Ia menyebut sejumlah tokoh keturunan Yaman yang berkontribusi bagi Indonesia, antara lain mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Alwi Shihab, dan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

"Dan menurut data, sampai saat ini ada lebih dari 10 juta warga negara Indonesia keturunan Yaman," jelas Salem.

Salem juga mengatakan saat ini terdapat lebih dari 8.000 pelajar Indonesia yang berada di Yaman.

Menurut dia, kedekatan kedua negara tidak hanya terlihat dalam hubungan diplomatik, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat di Provinsi Hadhramaut.

Sejumlah kosakata Bahasa Indonesia, kata Salem, digunakan masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari.

"Dan bahkan kalau melihat kuliner dan makanan, juga mereka di sana berdekatan dengan makanan di Indonesia," jelas Salem.

Selain membahas hubungan Indonesia-Yaman, Salem turut memaparkan perkembangan situasi terkini di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap Yaman.

Ia berharap Megawati dapat memberikan perhatian terhadap persoalan yang tengah dihadapi Yaman, mengingat posisinya sebagai tokoh nasional sekaligus Ketua Umum PDI-P yang memiliki perwakilan di parlemen.

"Kami melihat Yang Mulia Ibu Megawati tidak hanya seorang tokoh besar yang terkenal di Republik Indonesia, tetapi dengan partai yang cukup besar di parlemen, kiranya dapat memberikan perhatian terhadap dukungan terhadap masalah yang ada di Yaman," pungkas Salem.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10? Bahlil: Masih Dikaji
Survei Poltracking: 51,2 Persen Publik Nilai Komunikasi Pemerintah Baik, Tapi Kepuasan terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok
Dewan Keluhkan OPD Sulit Dihubungi, Rico Waas: Masak Lebih Gampang Hubungi Wali Kota?
Rico Waas “Gas” Hasil Reses DPRD Medan: Program yang Bisa Dikerjakan, Eksekusi Minggu Ini
Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi
Anggaran Besar tapi Kinerja Dikritik DPR, Kepala Bakom Qodari Akui Komunikasi Pemerintah Masih Jadi PR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru