Hakim Sebut Tan Kian Beri Rp40 Miliar ke Eks Jampidsus Febrie, Kejagung Buka Suara
JAKARTA Hakim praperadilan menyebut adanya keterangan mengenai dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada
HUKUM DAN KRIMINAL
TANAH KARO — Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 3 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Sinabung sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana, dan unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.
Kegiatan berlangsung di Command Center Kodim 0205/TK. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Bupati Karo Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., Kajari Karo Edmond Noveri Purba, S.H., M.H., Kepala PVMBG Sumut Kristianto, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Pos PVMBG Sinabung Armen Putra, serta sejumlah PJU Kodam I/BB.Baca Juga:
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari PVMBG Sumut mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Setelah itu, Dandim 0205/TK memaparkan kesiapan penanganan bencana.
Setelah pemaparan, Pangdam I/BB memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Gunung Sinabung.
Dalam arahannya, Hendy menegaskan bahwa penanganan erupsi Gunung Sinabung merupakan tugas kemanusiaan yang harus dipersiapkan secara matang.
Menurut dia, kesiapan fisik, sarana, serta mental personel menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana erupsi.
Kehadiran personel, kata Pangdam, merupakan representasi negara dalam memberikan rasa aman dan bantuan langsung kepada masyarakat yang menghadapi masa sulit.
Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas, termasuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, dengan ikhlas, tulus, dan ramah.
Pendekatan humanis juga ditekankan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Personel juga diminta menjaga kesehatan, menguasai rute evakuasi secara detail, serta memastikan logistik pribadi dan tim tersedia secara cukup.
Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan operasi penyelamatan tidak terhambat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Usai apel, Pangdam I/BB bersama rombongan melakukan pengecekan personel dan display materiel yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh personel, sarana, dan material dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk penanganan maupun evakuasi masyarakat.
Rombongan kemudian bergerak menuju Pos Tinjau PVMBG di Desa Naman Siroga.
Di lokasi tersebut, Pangdam kembali menerima penjelasan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dari tim PVMBG.
Berdasarkan pemantauan dan penjelasan PVMBG, aktivitas Gunung Sinabung sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026 menunjukkan kecenderungan menurun.
Meski aktivitas mengalami penurunan, kondisi tersebut tidak membuat unsur penanggulangan bencana mengurangi kewaspadaan.
Kemungkinan terjadinya erupsi dengan dampak lebih besar tetap harus diantisipasi.
Pangdam mengatakan kondisi Gunung Sinabung yang aktivitasnya menurun tetap harus diwaspadai.
Ia meminta seluruh unsur tetap bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
"Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi," ujar Pangdam.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kodam I/BB bersama Polri dan unsur pendukung lainnya menyiagakan sebanyak 1.279 personel.
Pangdam juga menyampaikan bahwa upaya evakuasi masyarakat telah dilakukan di sejumlah wilayah.
Salah satunya Kuta Tengah berdasarkan analisis dan rekomendasi PVMBG.
"Kita berdoa agar hal terburuk tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita jaga," pungkasnya.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan personel dan berbagai sarana pendukung dapat segera dikerahkan apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dan diperlukan evakuasi masyarakat.* (ad)
JAKARTA Hakim praperadilan menyebut adanya keterangan mengenai dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada
HUKUM DAN KRIMINAL
KALIMANTAN BARAT Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membekukan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik lima perusahaan di Kali
HUKUM DAN KRIMINAL
VLADIVOSTOK Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia. Langkah t
NASIONAL
MEDAN PT Inalum (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi industri aluminium nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlan
NASIONAL
MEDAN PT Inalum (Persero) kembali memperkuat sinergi dengan insan pers melalui penyelenggaraan Media Mind 2026. Kegiatan yang telah mema
NASIONAL
TANAH KARO Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sina
NASIONAL
JAKARTA Penyelidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Fe
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Persidangan perkara pidana umum di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Kamis, 3 September 2026, menjadi perhatian setelah Hakim M Ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan penyidik Polsek Sunggal, Brigadir Imam Harefa, menempuh jalur hukum setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut dir
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan telah memeriksa seorang warga negara asing (WNA) dalam perkara tindak pidana pencucian uan
HUKUM DAN KRIMINAL