BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

Antisipasi Erupsi Besar Gunung Sinabung, Pangdam I/BB Kerahkan 1.279 Personel di Karo: Kita Tidak Boleh Lengah

Dodi Kurniawan - Kamis, 03 September 2026 18:23 WIB
Antisipasi Erupsi Besar Gunung Sinabung, Pangdam I/BB Kerahkan 1.279 Personel di Karo: Kita Tidak Boleh Lengah
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 3 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANAH KARO — Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 3 September 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Sinabung sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana, dan unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

Kegiatan berlangsung di Command Center Kodim 0205/TK. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Bupati Karo Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., Kajari Karo Edmond Noveri Purba, S.H., M.H., Kepala PVMBG Sumut Kristianto, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Pos PVMBG Sinabung Armen Putra, serta sejumlah PJU Kodam I/BB.

Baca Juga:

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari PVMBG Sumut mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Setelah itu, Dandim 0205/TK memaparkan kesiapan penanganan bencana.

Setelah pemaparan, Pangdam I/BB memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Gunung Sinabung.

Dalam arahannya, Hendy menegaskan bahwa penanganan erupsi Gunung Sinabung merupakan tugas kemanusiaan yang harus dipersiapkan secara matang.

Menurut dia, kesiapan fisik, sarana, serta mental personel menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana erupsi.

Kehadiran personel, kata Pangdam, merupakan representasi negara dalam memberikan rasa aman dan bantuan langsung kepada masyarakat yang menghadapi masa sulit.

Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas, termasuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, dengan ikhlas, tulus, dan ramah.

Pendekatan humanis juga ditekankan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Personel juga diminta menjaga kesehatan, menguasai rute evakuasi secara detail, serta memastikan logistik pribadi dan tim tersedia secara cukup.

Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan operasi penyelamatan tidak terhambat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Usai apel, Pangdam I/BB bersama rombongan melakukan pengecekan personel dan display materiel yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh personel, sarana, dan material dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk penanganan maupun evakuasi masyarakat.

Rombongan kemudian bergerak menuju Pos Tinjau PVMBG di Desa Naman Siroga.

Di lokasi tersebut, Pangdam kembali menerima penjelasan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dari tim PVMBG.

Berdasarkan pemantauan dan penjelasan PVMBG, aktivitas Gunung Sinabung sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026 menunjukkan kecenderungan menurun.

Meski aktivitas mengalami penurunan, kondisi tersebut tidak membuat unsur penanggulangan bencana mengurangi kewaspadaan.

Kemungkinan terjadinya erupsi dengan dampak lebih besar tetap harus diantisipasi.

Pangdam mengatakan kondisi Gunung Sinabung yang aktivitasnya menurun tetap harus diwaspadai.

Ia meminta seluruh unsur tetap bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi," ujar Pangdam.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kodam I/BB bersama Polri dan unsur pendukung lainnya menyiagakan sebanyak 1.279 personel.

Pangdam juga menyampaikan bahwa upaya evakuasi masyarakat telah dilakukan di sejumlah wilayah.

Salah satunya Kuta Tengah berdasarkan analisis dan rekomendasi PVMBG.

"Kita berdoa agar hal terburuk tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita jaga," pungkasnya.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan personel dan berbagai sarana pendukung dapat segera dikerahkan apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dan diperlukan evakuasi masyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dituding “Jual” Winda Lorenza ke Wakapolda, Brigadir Imam Harefa Lapor ke Polda Sumut
Viral! Keluarga Sebut Winda Lorenza Pernah “Dijual” Mantan Suami ke Wakapolda, Polda Sumut Mulai Cari Bukti
Wagub Sumut Minta Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Bidik Pertumbuhan Wisata dan Investasi
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor: Setiap Rupiah APBD Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
"Dapurnya Sendiri-sendiri", PVMBG Jelaskan Fenomena Langka Enam Gunung Api Meletus Bersamaan
Selamat Tinggal Macet Horor! Bobby Kebut Jalur Alternatif Khusus Wisatawan Medan-Berastagi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru