BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN

Nurul - Sabtu, 12 September 2026 14:58 WIB
Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA— Kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pemerintah perlu mengevaluasi pelaksanaan program tersebut secara serius di tengah munculnya kasus keracunan di sejumlah daerah.

Baca Juga:
Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan yang dikutip dalam laporan tersebut, sejak program MBG diluncurkan pada Januari 2025 hingga September 2026, sekitar 50.000 orang disebut mengalami keracunan yang berkaitan dengan program tersebut di 36 provinsi.

Sepanjang 2026, kasus dugaan keracunan MBG juga kembali muncul di berbagai daerah. Salah satu kasus dengan jumlah korban cukup besar terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan lebih dari 800 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.

Meski berbagai kasus tersebut bermunculan, pemerintah tetap melanjutkan program MBG karena dinilai masih dibutuhkan masyarakat.

Fernando Emas menilai keberlanjutan program di tengah banyaknya laporan keracunan menunjukkan pemerintah belum cukup mendengarkan kritik dan masukan dari masyarakat.

"Program ini berjalan kan karena beliau (Presiden Prabowo). Sudah banyak pihak meminta ini dihentikan sementara dilakukan evaluasi."

"Tetapi Prabowo tetap dengan kekeuhnya, dengan angkuhnya sebagai presiden yang begitu bebalnya tidak mau mendengarkan kritik masukan sehingga program ini masih tetap berjalan," kata Fernando Emas dalam Program 'On Focus' di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat (11/9/2026).

Fernando mengatakan keputusan untuk tetap menjalankan program MBG dinilai memiliki dampak yang perlu diperhatikan, terutama karena kasus gangguan kesehatan pada penerima manfaat masih dilaporkan di sejumlah daerah.

"Karena program ini masih tetap berjalan, makanya belakangan ini kan sampai ada korban yang begitu banyak."

"Dan bukan hal sepele, bukan hal yang kecil ini, karena sudah sampai mencapai ratusan orang yang belakangan ini apa mengalami keracunan."

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IMT-GT ke-32 Sukses Digelar: Sumut Tawarkan Proyek Investasi Triliunan, Forum Sumatera 10 Mengemuka
Pemko Medan Bongkar Penyebab Harga Ayam Tinggi: Rantai Pasok Terlalu Panjang
Kapolri: Pungli dan Premanisme di Kawasan Industri, Akan Ditindak
Jejaring Rakyat Miskin Minta DPR Hentikan Pembagian Sertifikat Tanah Secara Individu
Longsor di STM Hulu Ganggu Akses Warga, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalan Alternatif
54 Warga Deli Serdang Gugat PTPN I, Kodaeral I dan BPN soal Sengketa Lahan 270 Hektare: Kami Tidak Melawan Negara!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru