BREAKING NEWS
Senin, 14 September 2026

Temuan Mengerikan! 50 Ribu Anak Diduga Korban Keracunan MBG, FAKTA Indonesia Desak Program Dihentikan Sementara

Adelia Syafitri - Senin, 14 September 2026 10:35 WIB
Temuan Mengerikan! 50 Ribu Anak Diduga Korban Keracunan MBG, FAKTA Indonesia Desak Program Dihentikan Sementara
Protes tolak MBG di depan kantor BGN pada Jumat (11/09). (Foto: MBG Watch)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Desakan itu disampaikan setelah data yang dirujuk dari Kementerian Kesehatan mencatat 50.059 anak menjadi korban dalam 560 insiden keracunan yang disebut berkaitan dengan MBG.

Data tersebut disebut berasal dari surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026. Insiden yang tercatat tersebar di 245 kabupaten/kota pada 36 provinsi.

Wakil Ketua FAKTA Indonesia Azas Tigor Nainggolan menilai sebaran kasus tersebut menunjukkan persoalan yang perlu dievaluasi pada sistem pelaksanaan MBG, bukan hanya pada satu dapur atau penyedia makanan.

Baca Juga:

"Hampir semua provinsi di Republik ini pernah mengalami kasus keracunan, bahkan di Jakarta sekalipun ada anak sekolah yang keracunan setelah menyantap MBG. Ini menunjukkan persoalan yang terjadi adalah persoalan sistemik dari sistem pelaksanaan program itu sendiri," kata Tigor, dikutip Senin (14/9/2026).

Menurut Tigor, penghentian sementara diperlukan bukan untuk menghapus program MBG, melainkan memberikan waktu kepada pemerintah untuk memeriksa dan memperbaiki sistem yang berjalan, termasuk pengawasan keamanan makanan.

Dia juga mempertanyakan penanganan hukum terhadap rangkaian kasus keracunan tersebut.

"Sudah lebih dari 50 ribu orang menjadi korban, tetapi sampai sekarang belum ada satu pun kasus keracunan MBG yang diselesaikan secara hukum. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh," ujarnya.

FAKTA Indonesia menilai evaluasi tidak cukup hanya menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Tigor, SPPG merupakan bagian dari sistem yang lebih besar sehingga pemerintah juga perlu mengevaluasi desain program, sasaran penerima manfaat, proses produksi makanan, distribusi, hingga jarak dapur dengan sekolah penerima.

Selain meminta penghentian sementara, FAKTA Indonesia mengusulkan perubahan sasaran penerima MBG. Program tersebut dinilai dapat lebih difokuskan kepada siswa dari keluarga miskin serta anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Tigor juga mengusulkan perubahan mekanisme pengadaan makanan. Menurutnya, pengadaan dapat lebih banyak dilakukan oleh sekolah agar proses penyediaan makanan lebih dekat dengan penerima manfaat dan pengawasan dapat dilakukan secara langsung.

Sebagai bahan perbandingan, FAKTA Indonesia menyinggung program makan sekolah di China dan Jepang. Di China, Tigor mencontohkan Nutrition Improvement Program for Rural Compulsory Education Students (NIPRCES) yang menyasar siswa di kawasan pedesaan dan tertinggal. Sementara di Jepang, sistem makan siang sekolah atau Kyushoku disebut mengintegrasikan makanan dengan pendidikan karakter dan kebiasaan hidup sehat.

Di sisi lain, bahan tersebut mencatat Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam tata kelola MBG. Karena program dijalankan dalam skala nasional, aspek keamanan pangan dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaannya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sentil Promosi MBG di KTT BRICS, Deddy Sitorus Ungkit Kasus Keracunan: 'Negara Lain Punya Intelijen, Malu Tau!
Soroti Penembakan 3 ASN di Papua, JK Minta Pemerintah Utamakan Pendekatan Damai Ketimbang Kekuatan Senjata
Makanan Beracun Kok Guru yang Disalahkan? P2G Ngamuk Usai Guru Besar IPB Minta Pendidik Cium Menu MBG
Bupati Batu Bara Panen Melon di Air Putih, Dorong Pengembangan Hortikultura dan Dukung Program MBG
Tak Perlu Tunggu 5 Tahun! Prof Ryaas Rasyid Nilai Pemerintahan Prabowo Sudah Gagal Total: Tim Tidak Bekerja & Ekonomi Parah
"2 Hal Ini Gak Dilakukan Prabowo", Hendri Satrio Sebut Gibran Minta Maaf ke Korban MBG Warisi Gaya Politik Jokowi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru