BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Akademisi Soroti Kepercayaan Publik dan Komunikasi Pemerintah

gusWedha - Minggu, 18 Oktober 2026 07:41 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Akademisi Soroti Kepercayaan Publik dan Komunikasi Pemerintah
Webinar bertajuk “Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Evaluasi Komunikasi Pemerintahan” yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026. (foto: Ist?BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menyoroti hubungan antara kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dan efektivitas komunikasi publik.

Dalam paparannya, Arya menyebut adanya anomali berupa ketidakpuasan terhadap Presiden yang lebih besar dibandingkan tingkat kepuasan publik.

Temuan tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting dalam mengevaluasi strategi komunikasi pemerintah.

Ia menilai peningkatan kepercayaan masyarakat membutuhkan perencanaan komunikasi yang matang, konsisten, dan berkelanjutan.

Pemerintah perlu memastikan bahwa pesan kebijakan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dapat dipahami dan dinilai masyarakat secara terbuka.

"Bagaimana trust level-nya meningkat, communication plan-nya justru belum selesai. Pekerjaan rumahnya adalah sejauh mana komunikasi publik pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksekutif," ujar Arya.

Arya juga menyoroti pergantian pimpinan Badan Komunikasi RI yang disebut telah terjadi tiga kali dalam kurun dua tahun, disertai perubahan nomenklatur kelembagaan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam membangun perencanaan komunikasi pemerintah yang lebih solid.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina sekaligus pegiat media sosial, Prabunindya Revta Revolusi, menilai Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap komunikasi pemerintahan.

Namun, banyaknya lembaga pemerintah yang memiliki fungsi komunikasi belum tentu menjamin pesan kebijakan tersampaikan secara efektif.

Menurut Prabu, pemerintah perlu memperkuat fondasi komunikasi, terutama dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti rumah mewah yang berdiri di atas fondasi rapuh. Tampilan yang baik tidak akan cukup jika struktur dasarnya tidak kuat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sampah Plastik Diolah Jadi Bensin dan Solar, Bupati Batu Bara Tinjau Inovasi LPS Labuhanbatu
Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Ray Rangkuti Nilai Jokowi Mulai Panik
PDIP Tantang Balik Jokowi soal Ijazah Gibran: Operasi Politik Hanya Bisa Dilakukan Penguasa, Siapa yang Dituduh?
Rullyandi Sebut Putusan MK Tak Bisa Jadi Dasar Pemakzulan Gibran, Ini Alasannya
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan Ungguli Prabowo, Peta Pilpres 2029 Berubah?
Denny Indrayana Balas Jokowi: Tanpa Di-Downgrade, Gibran Memang Belum Layak Jadi Wapres Bahkan Wali Kota
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru