BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

Bertemu Jemaat Gereja Hati Kudus di Banda Aceh, Kapolda Ruddi Setiawan Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Keamanan Bersama

T.Jamaluddin - Minggu, 18 Oktober 2026 14:57 WIB
Bertemu Jemaat Gereja Hati Kudus di Banda Aceh, Kapolda Ruddi Setiawan Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Keamanan Bersama
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja Hati Kudus, Kota Banda Aceh, Minggu, 18 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Minggu Kasih di Gereja Hati Kudus, Kota Banda Aceh, Minggu, 18 Oktober 2026.

Dalam kegiatan itu, Ruddi menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaat.

Baca Juga:

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Kapolda Aceh juga mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi.

Partisipasi masyarakat, termasuk tokoh agama, dinilai penting untuk mencegah gangguan keamanan dan menjaga persatuan.

Ruddi mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto telah mencanangkan tagline "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai penegasan komitmen Polri dalam menjalankan tugas yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurut Ruddi, tagline tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Kepolisian harus mewujudkannya melalui tindakan nyata, mulai dari mendengarkan aspirasi warga, memberikan pelayanan, melindungi masyarakat, hingga menegakkan hukum.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Melalui pendekatan tersebut, kepolisian diharapkan dapat membangun komunikasi yang terbuka sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Ruddi mengingatkan masyarakat mengenai layanan Call Center 110 yang dapat digunakan untuk melaporkan gangguan kamtibmas, tindak pidana, kecelakaan, maupun keadaan darurat yang membutuhkan bantuan kepolisian.

Ia mengimbau warga memanfaatkan layanan tersebut secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Informasi yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat membantu kepolisian merespons berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan.

Masyarakat yang mengetahui indikasi penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba juga diminta segera melapor melalui Call Center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.

Setiap informasi yang diterima, menurut keterangan dalam kegiatan tersebut, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain membahas keamanan lingkungan, Ruddi menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama bagi generasi muda.

Ia mengingatkan bahwa narkoba dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, dan mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, upaya pencegahannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama.

Ruddi meminta para pastor terus memberikan pembinaan rohani dan menyampaikan pesan moral kepada jemaat, khususnya kalangan muda, agar menjauhi narkoba serta pergaulan yang berisiko.

Menurut dia, pendekatan melalui pembinaan keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba.

Ruddi, yang merupakan Abituren Akabri 1996, menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.

Situasi yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengajak para pastor berperan sebagai penyejuk di tengah masyarakat, menyampaikan pesan perdamaian, serta mengedukasi umat agar menjaga persatuan dan kesatuan.

Ruddi berharap semangat kebersamaan dan sikap saling menghormati dapat terus diperkuat sehingga masyarakat Aceh dapat hidup berdampingan dalam suasana aman dan harmonis.

"Keamanan, ketertiban, dan keharmonisan merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan kebersamaan, kita berharap dapat mewujudkan Aceh yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera," pungkasnya.

Kegiatan Minggu Kasih tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab.

Kapolda Aceh membuka ruang dialog bagi para jemaat untuk menyampaikan pertanyaan dan membahas situasi kamtibmas di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk tokoh agama dan jemaat gereja.

Pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta peran bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Aceh.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan
Empat Nelayan Diamankan di TPI Lampulo, Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Temukan Barang Diduga Ganja dan Bekas Sabu
Polres Aceh Selatan Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, 640 Liter Disita dan Satu Pria Diamankan
Serap Aspirasi di Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda Aceh Buka Ruang Dialog Lewat Subuh Keliling
Temukan Oknum hingga Narkoba, Kapolda Aceh Minta Warga Tak Ragu Lapor via Call Center 110
Cuaca Aceh Hari Ini 17 Oktober: Hujan Ringan Mendominasi, 5 Wilayah Udara Kabur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru