BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

Partai Gerindra Klaim 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berhasil Perkuat Ekonomi hingga Sektor Pangan

Dharma - Senin, 19 Oktober 2026 21:14 WIB
Partai Gerindra Klaim 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berhasil Perkuat Ekonomi hingga Sektor Pangan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersiap melantik wakil menteri serta kepala dan wakil kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Partai Gerindra mengeklaim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memperkuat ekonomi nasional, ketahanan pangan, serta akses pendidikan dan kesehatan selama dua tahun terakhir. Klaim tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi dan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan, capaian pemerintahan Prabowo-Gibran terlihat dari stabilitas ekonomi di tengah gejolak global, peningkatan produksi pangan, perluasan program sosial, hingga percepatan hilirisasi industri.

"Hal ini terlihat dari fundamental ekonomi yang tetap stabil di tengah gejolak global, penguatan produksi pangan, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, serta percepatan hilirisasi," ujar Sugiat dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:

Sugiat, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year pada triwulan II 2026.

Selain itu, dia memaparkan tingkat kemiskinan nasional turun dari 8,25 persen pada September 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Penurunan tersebut disebut setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sekitar 430.000 orang.

Di sektor pangan, Sugiat menyebut pemerintah telah melaporkan pencapaian swasembada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Dia juga menyoroti penyederhanaan 145 aturan penyaluran pupuk serta penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025.

Sugiat menyebut nilai tukar petani pada September 2026 tercatat mencapai 131,11 atau meningkat 1,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa peningkatan produksi pangan perlu diikuti stabilitas harga dan pemerataan pasokan di seluruh wilayah.

"Kemandirian pangan harus diikuti dengan stabilitas harga yang bisa dirasakan masyarakat di seluruh daerah. Distribusi pangan, ketersediaan pupuk, dan antisipasi gangguan pasokan juga harus terus diperkuat," katanya.

Pada sektor pendidikan dan kesehatan, Sugiat memaparkan sejumlah angka terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Program Cek Kesehatan Gratis disebut telah menjangkau 99,1 juta orang. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mencakup sekitar 57 juta penerima manfaat hingga Agustus 2026.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Muhammad Ridwan, Caleg Gerindra yang Berjaya: Suara Terbanyak untuk Kursi DPRD Kabupaten Batu Bara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru