Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir mulai berkurang pada Senin pagi, 19 Oktober 2026.
Kondisi langit di sejumlah titik terpantau lebih cerah, sementara jarak pandang berangsur membaik.
Pantauan BITV Online di kawasan Darul Imarah, Aceh Besar, dan Ulee Lheue, Banda Aceh, menunjukkan kabut asap tidak lagi setebal hari-hari sebelumnya.
Baca Juga:
Langit mulai terlihat bersih dan jarak pandang di kawasan pesisir kembali normal.
Dalam dua hari terakhir, Banda Aceh dan Aceh Besar juga diguyur hujan.
Hujan tersebut diduga ikut membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti kedua wilayah itu.
Namun, penyebab berkurangnya asap belum dapat dipastikan hanya dari kondisi cuaca tersebut.
Perbaikan jarak pandang disambut baik oleh masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Razali, nelayan asal Lampulo, mengaku bersyukur karena jarak pandang yang sebelumnya terganggu kini mulai membaik.
"Berkurangnya asap jarak pandang ya ga jauh kami para Nelayan sangat bersyukur kata bpk Razali Nelayan Lam Pulo," demikian keterangan yang disampaikan dalam laporan lapangan.
Kabut asap yang melanda Banda Aceh dan Aceh Besar beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat.
Sejumlah sekolah sempat diliburkan pada Jumat dan Sabtu, terutama beberapa sekolah taman kanak-kanak (TK).
Pada Senin, 19 Oktober 2026, aktivitas sekolah mulai kembali berjalan. Meski begitu, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi udara, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Di Pelabuhan Ulee Lheue, kondisi jarak pandang pada Senin pagi terlihat membaik.
Dari kawasan tersebut, Pulau Sabang dan Pulau Aceh yang sebelumnya tidak terlihat jelas akibat kabut asap, kini kembali dapat terlihat dari daratan.
Dampak kabut asap juga dirasakan Ahmad, seorang pedagang ikan keliling.
Ia mengatakan asap tebal dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas sehari-harinya terasa lebih berat.
Ahmad juga mengungkapkan bahwa keluarganya mengalami demam dan sesak napas.
"tebal nya Asap beberapa hari terakhir ini sangat terasa di badan , terasa sesak nafas, keluarga saya kata Ahmad menderita Demam dan sesak nafas ujarnya."
Ahmad mengaku lega karena udara mulai terasa lebih cerah.
Ia berharap kabut asap akibat karhutla tidak kembali menyelimuti wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.
"Alhamdulillah hari ini udara sudah mulai cerah seperti biasa kita keliling pun tidak merasa was was , Ahmad berharap jangan dapat lagi lah kiriman Asap Karhutla, tapi kalau pemerintah kirim kami modal itu baru paten tutur Ahmad sambil senyum lebar terus berlalu menjajah ikan basah nya."
Berkurangnya kabut asap menjadi kabar baik bagi warga, nelayan, pedagang, dan pelajar.
Meski kondisi mulai membaik, pemantauan kualitas udara tetap penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah udara sudah aman untuk aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diharapkan tetap waspada jika kabut asap kembali menebal, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.