BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

Dilirik Delegasi Nigeria di TEI 2026, Susu Kambing Lokal Siap Dibidik Tembus Pasar Afrika

gusWedha - Senin, 19 Oktober 2026 17:21 WIB
Dilirik Delegasi Nigeria di TEI 2026, Susu Kambing Lokal Siap Dibidik Tembus Pasar Afrika
Kemenko Pangan mendorong pengembangan susu kambing Indonesia agar mampu menembus pasar internasional. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANGERANG - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mendorong pengembangan susu kambing Indonesia agar mampu menembus pasar internasional. Peluang tersebut mengemuka dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 setelah delegasi perdagangan Nigeria menunjukkan ketertarikan terhadap produk susu kambing lokal.

Promosi dilakukan melalui kegiatan edukasi dan diskusi interaktif bertema "Susu Kambing dari Pesantren ke Gaya Hidup Modern" di anjungan Kemenko Pangan, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini memperkenalkan susu kambing sebagai alternatif pangan bergizi sekaligus produk peternakan yang berpotensi meningkatkan pendapatan peternak rakyat.

Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenko Pangan, Fatma Puspitasari, memfasilitasi kegiatan yang membahas kandungan gizi, karakteristik produk, pengolahan susu kambing, hingga peluang pengembangan bisnis peternakan kambing perah.

Baca Juga:

Fatma mengatakan, pengembangan konsumsi protein hewani perlu dibarengi dengan penguatan usaha peternakan dalam negeri agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kualitas hidup. Susu kambing punya potensi besar untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menggerakkan ekonomi peternak rakyat," ujar Fatma.

Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah ketertarikan delegasi perdagangan Nigeria terhadap produk susu kambing Indonesia. Pembicaraan tersebut membuka peluang untuk menjajaki pemasaran produk peternakan lokal ke pasar internasional, termasuk kawasan Afrika.

Di sejumlah negara Afrika, kambing dan domba memiliki peran dalam perekonomian, kehidupan sosial, serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan untuk menjajaki peluang perdagangan produk berbasis ternak.

Meski demikian, ketertarikan calon mitra dagang belum berarti kerja sama ekspor telah terwujud. Pengembangan pasar tetap membutuhkan kajian permintaan, pemenuhan standar mutu, persyaratan kesehatan produk, serta kesesuaian dengan regulasi negara tujuan.

Bagi peternak kambing perah dan industri pengolahan susu di Indonesia, peluang tersebut dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas, dan memperluas jaringan pemasaran.

Dalam kegiatan tersebut, anjungan Kemenko Pangan juga menghadirkan sejumlah produk olahan susu kambing dari pelaku usaha dalam negeri.

Produk yang diperkenalkan antara lain susu kambing herbal Etawalin, susu kambing dengan krim dari Capriva, serta susu kambing segar Mendha Milk asal Banyumas.

Capriva diperkenalkan dengan sejumlah karakteristik produk yang diklaim tidak menggunakan maltodekstrin maupun bahan pengawet, serta memiliki rasa manis alami tanpa tambahan gula.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HiLo Gelar Lari Bersama Lima Komunitas di Medan, Luncurkan HiLo AM dan PM Protein
Makan Telur 5 Kali Seminggu, Risiko Alzheimer Disebut Lebih Rendah!
116 Juta Warga RI Masih Kekurangan Kalori dan Protein, Kepala BGN: Ini Realita yang Menyedihkan
Zulhas: Pemerintah Bangun Budi Daya Ikan di 40 Ribu Desa, Targetkan Indonesia Jadi Raja Ekspor Protein
Makan Telur Tiap Hari Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Prabowo Buka Pintu Investasi Jerman, Kendaraan Listrik dan Semikonduktor Jadi Prioritas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru